detikNews
2019/06/12 06:28:39 WIB

Round-Up

Pengakuan-pengakuan Para Tersangka yang Sudutkan Kivlan

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pengakuan-pengakuan Para Tersangka yang Sudutkan Kivlan Dok.detikcom/Kivlan Zen/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Polisi akhirnya mengungkap proses penyidikan terkait dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan dugaan rencana pembunuhan. Pengakuan para tersangka terkait rusuh 22 Mei dibeberkan.

Keterangan para tersangka yang juga sudah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di antaranya H Kurniawan alias Iwan, Tajudin dan Irfansyah. Keterangan mereka dalam video penyidikan diputar dalam jumpa pers Polri-TNI di kantor Kemenko Polhukam, Selasa (11/6/2019).

Tersangka H Kurniawan alias Iwan, Tajudin dan Irfansyah dalam proses penyidikan diduga punya keterkaitan dengan Kivlan Zen (KZ) juga satu orang tersangka lainnya yakni Habil Marati (HM).





"Keterangan tersangka sesuai berita acara pemeriksaan yang sedang kami sidik (penyidikan), kemudian dikuatkan video testimoni dan para tersangka diambil sumpahnya terhadap keterangan atau BAP yang dia sampaikan kepada penyidik. Sehingga kepada dua tersangka baru, tersangka KZ dan HM Pengembangan dari tersangka sebelumnya patut diduga memiliki, menguasai, menyimpan senpi ilegal tanpa hak," ujar Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi dalam jumpa pers.





Tersangka H Kurniawan alias Iwan mengaku mendapat perintah dari Kivlan Zen untuk mencari eksekutor pembunuhan. Kivlan Zen juga memberikan uang SGD 15.000--yang kemudian ditukarkan di money changer menjadi Rp 150 juta--untuk membeli dua senpi laras panjang dan laras pendek.

"Di mana pada bulan Maret, sekitar Maret, saya dan saudara Udin dipanggil Bapak Kivlan untuk ketemuan ke Kelapa Gading. Di mana dalam pertemuan tersebut saya diberi uang seratus lima puluh juta untuk pembelian alat, senjata, yaitu senjata laras pendek dua pucuk, dan laras panjang 2 pucuk," kata Iwan dalam video keterangannya pada proses penyidikan.





Mendapat perintah itu, Iwan kemudian meminta tersangka Tajudin menjadi eksekutor penembakan Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan, Budi Gunawan dan Gories Mere.

"Saya diberikan uang tunai total 55 juta dari Bapak Mayjen Purnawirawan Kivlan Zen melalui Haji Kurniawan alias Iwan. Kemudian rencana penembakan dengan senjata laras panjang kaliber 22 dan senjata laras pendek. Senjata tersebut saya peroleh dari Haji Kurniawan alias Iwan," kata Tajudin dalam pengakuan yang juga direkam saat proses penyidikan.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed