detikNews
Selasa 11 Juni 2019, 16:26 WIB

PPP Persilakan Polisi Proses Habil Marati yang Beri SGD 15 Ribu ke Kivlan

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
PPP Persilakan Polisi Proses Habil Marati yang Beri SGD 15 Ribu ke Kivlan Arsul Sani (dok. PPP)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Jakarta - PPP mempersilakan penegak hukum memproses salah satu calegnya, Habil Marati, yang ditangkap terkait rencana pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional. PPP menyatakan sudah mencoba menghubungi Habil tapi belum mendapatkan jawaban.

"Kami mencoba untuk menghubungi yang bersangkutan melalui telepon yang ada pada kami, tetapi belum bisa tersambung. Prinsipnya, bagi PPP, jangankan kader PPP, siapa saja termasuk kader PPP yang diduga melakukan suatu perbuatan pidana ya silakan diselidik dan disidik dan dilakukan proses hukum ya," kata Sekjen PPP Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2019).


Arsul menegaskan posisi semua orang sama di hadapan hukum dan meminta agar tidak sungkan memproses hukum kadernya meskipun PPP merupakan bagian dari koalisi pemerintah. Arsul akan melihat perkembangan kasus ini dan tak menutup kemungkinan akan memecat Habil.

"Ya nanti kita lihatlah, kan jadi tersangka saja belum, masa harus berandai-andai dulu. Nanti kita ikuti ya. Kan ada dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPP itu ada aturannya, kalau seseorang itu, katakanlah, ditersangkakan atau kemudian dijatuhi hukuman dengan pidana penjara yang ancamannya penjara 5 tahun atau lebih, itu bisa diberhentikan dari Partai PPP," jelas Arsul.

Sebelumnya, polisi menangkap Habil Marati (HM) terkait rencana pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional. Habil Marati berperan sebagai pemberi uang kepada Kivlan Zen dan Iwan.

Habil Marati ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap di rumahnya di Jakarta Selatan pada Rabu (29/5). Uang yang diberikan Habil Marati ke Kivlan Zen untuk pembelian senjata api.


"Tersangka HM berperan memberikan uang. Uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM, maksud dan tujuannya adalah untuk pembelian senjata api," kata Kasubdit I Dirtipidum Bareskrim Polri Kombes Daddy Hartadi di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/6).

Uang yang diserahkan Habil Marati ke Kivlan sebesar SGD 15.000 atau senilai Rp 150 juta sebagai dana operasional. Kombes Daddy mengatakan Kivlan Zen lalu mencari eksekutor dan memberi target 4 tokoh nasional.


Selesai Pemeriksaan, Kivlan Zen Ditahan Polisi:

[Gambas:Video 20detik]


(azr/gbr)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed