detikNews
Minggu 09 Juni 2019, 07:48 WIB

Round-Up

Strategi Antisipasi Puncak Arus Balik

Tim detikcom - detikNews
Strategi Antisipasi Puncak Arus Balik Ilustrasi one way di tol (Foto: Sudirman Wamad)
Jakarta - Arus balik mudik 2019 diperkirakan terjadi pada 8-9 Juni. Instansi terkait yakni Polri, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT Jasa Marga, bahkan PT KAI menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kemacetan saat puncak arus balik.

Kepolisian menyebut sistem satu arah atau one way bisa saja diterapkan sebagai upaya antisipasi. Sistem one way sendiri sudah diberlakukan secara bertahap pada Sabtu (8/6/2019), pukul 13.00 WIB, dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung KM 414 sampai GT Cikampek Utama KM 70.

"(One way) tidak ada langsung pembukaan dari Kalikangkung, kita buka terus meluncur sampai ke Cikampek. Kita bukanya pukul 13.00 WIB. (Sebab) dari barat masih cukup tinggi, ngeluarin-nya agak lama, ngebersihin-nya agak lama," kata Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Benyamin saat dihubungi.




Awalnya, selepas KM 70 hingga ke Jakarta hanya diberlakukan sistem contraflow. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai alasan, contraflow selepas KM 70 hingga ke Jakarta dibatalkan.

Instansi terkait lalu memutuskan untuk memperpanjang sistem one way. Sistem tersebut kemudian diperpanjang dari KM 70 hingga KM 29.

"One way akan diberlakukan dari Gate Cikampek Utama sampai dengan Cikarang Utama mulai pukul 20.30 WIB selama 2 jam," kata Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri.

Kini, sistem one way di GT Cikampek hingga Cikarang sudah usai dan diganti lajur contraflow. One way sendiri masih diterapkan dari Kalikangkung KM 414 hingga GT Cikampek Utama KM 70.

Rencananya, penerapan one way dilakukan hingga pukul 7.00 WIB hari ini. Namun, Kepolisian akhirnya memutuskan one way diterapkan hingga pukul 24.00 WIB malam ini.

Strategi mengantisipasi kemacetan saat puncak arus balik tak hanya diterapkan di Tol Trans Jawa saja, tapi juga di Jalur Pantura Cirebon, Jawa Barat. Upaya yang dilakukan di antaranya memberlakukan sistem contraflow.




"Memang kita sudah siapkan sistem contraflow dan pengalihan arus lalu lintas di jalur pantura. Sifatnya itu situasional, kalau arus lau lintas sulit diurai melalui petugas maka kita gunakan cara bertindak itu," kata Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto di Gerbang Tol Palimanan-Cirebon.

Selain itu pemberlakukan sistem one way juga dilakukan di Garut hingga Bandung. Pihak kepolisian telah memberlakukan sistem one way dari kawasan Tarogong hingga Nagreg sepanjang 30 kilometer pada Sabtu (8/6) pukul 17.00 WIB.

"Kami melaksanakan one way untuk menguras kemacetan dari kawasan Kota Garut hingga Nagreg selama 1 jam," ujar Kasatlantas Polres Garut AKP Rizky Adi Saputro.



Upaya antisipasi kepadatan saat puncak arus balik juga diterapkan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Kemenhub telah menyiapkan skenario mulai dari skema bongkar-muat hingga pembukaan pintu tol.

"Di Bakauheni nanti itu hanya muat, tapi kemudian sampai Merak itu langsung bongkar dan tidak muat. Jadi dari Bakauheni muat penumpang dengan muat kendaraan, sampai Merak itu hanya bongkar saja tapi tidak muat," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.




Ada beberapa dermaga di Bakauheni yang akan diberlakukan sistem itu. Dengan skema bongkar-muat, diharapkan tidak terjadi penumpukan.

"Jadi, kalau untuk yang Dermaga 5 dan 6 itu hanya muatnya di Bakauheni. Kemudian yang di 4, 5, 7 yang di Merak itu hanya bongkar. Begitu bongkar, langsung berangkat lagi. Supaya selling time-nya kan sama rata-rata. Kemudian boarding time-nya itu kemarin kita sepakati di bawah 45 menit sudah harus berangkat," ujarnya.

Selain itu, jika terjadi antre 1 km di gerbang masuk Pelabuhan Bakauheni, pintu masuk kendaraan dari Tol Lampung-Bakauheni akan dikeluarkan di simpang Hatta dan Kalianda. Namun, jika antrean lebih dari 4 kilometer, kendaraan akan dikeluarkan dari exit tol di Sidomulyo.




"Jadi kepolisian punya skema. Kalau antrean sampai 1 kilometer, masuk ke tol, itu akan dikeluarkan di Sidomulyo maupun yang di Hatta dan juga Kalianda. Jadi sebelum masuk tol itu ada exit, keluar, kemudian mobil-mobil dikeluarkan ke jalan arteri," tuturnya.

Begitu juga dengan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga melakukan upaya antisipasi dengan menurunkan kereta tambahan ekstra.

"Hari ini saja kita ada 15 (kereta api) tambahan, dengan 12 kereta api tambahan Lebaran dan 3 (kereta api tambahan) ekstra. Untuk yang berangkat dan datang," kata Kepala Stasiun Gambir Rizki Afrida di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6).
(zak/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com