"Memang beberapa titik-titik katakanlah sepanjang Pantura ada titik yang menjadi perhatian. Tapi selama anggota kita masih ada di sana untuk melakukan pengaturan dan kendali dengan mitra terkait saya kira ini juga kita permaklumkan," kata Refdi di NTMC Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2019).
Sebab selain pemudik, lanjut Refdi, pergerakan kendaraan itu juga dari warga yang ingin ke tempat wisata maupun silaturahmi Lebaran. Tak hanya itu, ada juga warga yang sudah arus balik.
"Ada beberapa kegiatan masyarakat yang mudik membaur dengan masyarakat yang balik, ada silaturahmi antarmasyarakat yang jauh maupun dekat menggunakan sarana transportasi, mereka menikmati kuliner di mana-mana. Kemudian perjalanan ke tempat-tempat rekreasi, pergerakan-pergerakan ini tentu mendominasi ruas-ruas jalan yang digunakan," ujarnya.
Karena itu, Refdi mengatakan sudah menyampaikan ke petugas untuk optimal dalam melakukan pengendalian dan pengawasan. Rekayasa lalu lintas juga disiapkan untuk mengurai kemacetan.
"Jadi apa yang kita lakukan bersama mitra mendukung semua kebijakan kita apakah one way, apakah contraflow mudah-mudahan juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat kita mulai tanggal 7-10," tuturnya.
Polisi sebelumnya memberlakukan sistem satu arah atau one way untuk mengurai kemacetan di Jalur Nagreg yang mengarah ke Garut. One way akan diterapkan selama kurang lebih 3 jam.
"KH Anwar Musaddad Kota Garut pukul 08.00 WIB mulai ditutup yang mengarah utara Bandung via Leles-Kadungora selama 3 jam. Akan dilaksanakan One Way utara Nagreg ke selatan Kota Garut," kata Kasat Lantas Polres Garut AKP Rizky Adi Saputra dalam keterangannya, Jumat (7/6).
Simak Juga 'Belasan Pengamen Hibur Pemudik di Kala Kemacetan Melanda Nagreg':
Bagaimana perjalanan arus balik Anda tahun 2019 ini? Ceritakan pengalaman dan foto Anda dengan mengirim e-mail ke redaksi@detik.com. Pengalaman Anda bisa jadi berguna bagi pembaca detikcom lainnya. Jangan lupa sertakan nomor seluler Anda agar bisa kami hubungi! (idh/hri)











































