Urai Macet di Jalur Nagreg, One Way Diberlakukan ke Arah Garut dan Tasik

Kanavino Ahmad Rizqo, Idham Kholid - detikNews
Kamis, 06 Jun 2019 10:24 WIB
Ilustrasi (Foto: Wisma Putra)
Jakarta - Kemacetan terjadi di Jalur Nagreg pada hari kedua Lebaran. Polisi pun memberlakukan sistem satu arah atau one way dari arah Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya.

Kasat Lantas Polres Garut AKP Rizky Adi Saputro mengatakan sistem satu arah diberlakukan ke arah Garut melalui jalur Kadungora sekitar pukul 08.00 WIB. One way diterapkan selama kurang lebih satu jam.

"Sekitar jam 8 pagi tadi kami melaksanakan sistem satu arah dari arah Bandung Nagreg menuju Kota Garut melalui jalur Kadungora-Leles kemudian kami selesai sekitar jam 09.00, jam 09.00 normalisasi. Kalau normalisasi arus pasti meriah jadi otomatis jalur Kadungora," kata Rizky saat dihubungi, Kamis (6/6/2019).



Setelah diberlakukan ke arah Garut, sistem one way juga akan diterapkan di Jalur Nagreg yang mengarah ke Limbangan dan Tasikmalaya. One way akan diberlakukan sekitar dua jam.

"Kemudian kami sedang persiapan mungkin 15 menit ke depan jam 10.00 WIB bergantian kami akan melaksanakan sistem satu arah dari arah Nagreg Bandung menuju arah Limbangan, Malangbong sampai ke Tasik Kota itu kami akan melaksanakan selama satu jam atau dua jam jadi ini upaya kami untuk mengurai membagi ke jalan Kadungora maupun ke jalur Limbangan," ujar Rizky.



Menurut Rizky, kemacetan disebabkan tingginya volume kendaraan dari arah Bandung menuju Garut. Selain itu, kepadatan juga karena ada perlintasan kereta api di kawasan Kadungora.

"Pertama karena volume kendaraan yang cukup tinggi dari arah Bandung Nagreg, menuju kota Garut maupun ke arah Tasikmalaya kalau karena kereta api sudah pasti memang hambatan tapi tidak setiap sesaat karena kereta tidak hanya satu jam sekali atau setengah jam sekali, kemudian pasar tidak terlalu banyak atkivitas di sekitaran Kadungora," ujar dia.



Pernyataan senada juga disampaikan Kapolsek Nagreg Kompol Ade. Dia mengatakan arus lalin diutamakan untuk kendaraan dari Bandung menuju Garut dan Tasik.

"Itu tadi pagi pertama ada kereta yang rutinasa, kemudian volume dari barat ke timur cukup padat, kemudian di daerah Pospam Cikaledong itu dibagi arus, antara yang ke Limbangan, ke arah Garut, jadi pemendingan, jeda waktu gitu. Istilahnya jadi diprioritaskan dulu yang dari timur supaya bersih, setelah satu jam baru yang dari barat ke timur di lepas, jadi mereka standby menunggu daripada dibuka kembali," imbuh Ade.

Menurut Ade, peningkatan volume kendaraan di Jalur Nagreg baru terjadi pada hari pertama dan kedua Lebaran. Kepadatan dari arah Bandung menuju Garut terjadi pada pagi hari, sedangkan arah sebaliknya padat malam hari.

"Sejak kemarin siang hari H pertama kemudian hari H kedua memang peningkatan arus tidak seperti sebelum-sebelumnya arus mudik, (ini) peningkatannya setelah hari H gitu," ujarnya.


Bagaimana pengalaman mudik Anda tahun 2019 ini? Ceritakan pengalaman dan foto Anda dengan mengirim e-mail ke redaksi@detik.com. Pengalaman Anda bisa jadi berguna bagi pembaca detikcom lainnya. Jangan lupa sertakan nomor seluler Anda agar bisa kami hubungi! (knv/hri)