detikNews
Senin 03 Juni 2019, 16:09 WIB

Ruang Depan Hangus, Ini Penampakan Rutan Sigli Aceh Pasca Dibakar Napi

Agus Setyadi - detikNews
Ruang Depan Hangus, Ini Penampakan Rutan Sigli Aceh Pasca Dibakar Napi Penampakan Rutan Klas II B Sigli yang hangus usai dibakar napi (Foto: Agus Setyadi/detikcom)
Sigli - Ruangan depan Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Sigli, Aceh, hangus terbakar. Situasi di lokasi sudah mulai kondusif setelah sebelumnya terjadi kericuhan.

Pantauan detikcom, bangunan di depan rutan terlihat hangus pasca dibakar napi, Senin (3/6/2019) siang. Bagian atap tampak copot. Asap masih terlihat di beberapa sudut bangunan.


Petugas pemadam kebakaran masih menyemprotkan air ke bangunan. Upaya pendinginan bangunan yang terbakar dilakukan.

Di depan rutan, petugas polisi dan Brimob berjaga-jaga. Pintu depan rutan ditutup dan dijaga ketat. Sementara jalan lintas di depan rutan ditutup untuk umum.

Sementara para tahanan saat ini sudah berada di dalam. Mereka berhasil ditenangkan sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, warga binaan ini melempar batu dari dalam ke arah petugas yang berjaga di luar.

Ruang Depan Hangus, Ini Penampakan Rutan Sigli Aceh Pasca Dibakar NapiTampak ruangan depan rutan hangus (Foto: Agus Setyadi/detikcom)


Seperti diketahui, rutan yang terletak di kawasan Benteng, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh dibakar sekitar pukul 12.00 WIB tadi. Para napi mengamuk setelah ada petugas rutan mengambil barang mereka.

Para napi kemudian membakar ruang kerja kepala pengamanan rutan. Api seketika membubung tinggi. Tiga armada pemadam dari Pemkab Pidie dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

"Itu hanya insiden kecil, miskomunikasi antara petugas dengan warga binaan. Jadi ada petugas kita itu tanpa sepengetahuan kepala rutan mengambil dispenser yang ada di kamar-kamar hunian warga binaan," kata Kepala Divisi Pemasyarakaran Kanwil Kemenkumham Aceh Meurah Budiman, saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (3/6).


Menurutnya, dispenser itu sebelumnya dibagi oleh kepala Rutan untuk keperluan napi dalam melaksanakan ibadah puasa. Ini untuk memudahkan para warga binaan untuk sahur dan berbuka.

"Jadi ada pegawai tadi atas inisiatif pribadi tanpa melapor ke kepala Rutan mengambil semua dispenser yang ada di kamar, ditarik. Itu (sebenarnya) tidak boleh," jelas Meurah.
(agse/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed