Takziah ke Cikeas, Ketua KPU: Semoga Hal Baik Ani Yudhoyono Bisa Ditiru

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Minggu, 02 Jun 2019 02:27 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman. (Foto: Jefrie/detikcom)
Bogor - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman melakukan takziah ke kediaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor. Arief menyampaikan duka cita atas meninggalnya Ani Yudhoyono.

"Saya sudah ke dalam dan sudah ketemu dengan perwakilan dari keluarga. Saya atas nama KPU menyampaikan turut berbelasungkawa. Semoga semua kesalahan almarhumah bisa mendapat ampunan, semua amal baiknya bisa diterima dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Arief di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019) dini hari.



Arief mengenang sosok Ani Yudhoyono sebagai wanita yang lembut. Ani Yudhoyono juga disebutnya pribadi yang mudah bergaul, sehingga mampu berkomunikasi dengan siapapun.

"Bu Ani yang saya tahu selama ini sosok yang cukup lembut. Beliau cara bergaul, berkomunikasi dengan siapa pun menurut saya cukup baik dan potret yang selama ini tergambarkan dari hubungan antara Bu Ani dan Pak SBY, saya pikir itu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua bagaimana keluarga itu seharusnya dibangun, bagaimana keluarga itu harus saling menjaga, saling menyayangi, saling mencintai," tuturnya.

Dia berharap segala kebaikan Ani Yudhoyono bisa ditiru masyarakat. Apalagi, lanjut Arief. Ani Yudhoyono adalah wanita yang selau menginsipirasi.

"Mudah-mudahan hal-hal baik bisa dijadikan inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk bisa ditiru dalam kehidupan kita. Mudah-mudahan hal-hal baik dari almarhumah bisa ditiru oleh kita semua," katanya.



Arief tak sempat bertemu langsung dengan SBY maupun kedua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono maupun, Edhie baskoro Yudhoyono (EBY). Saat melakukan takziah, Arief mengaku hanya bertemu dengan menantu SBY.

"Karena saya datang sudah agak malam ya. Karena saya masih harus ada kegiatan sampai dengan pukul setengah 1 dini hari tadi. Jadi baru bisa meluncur sekarang. Masih ada beberapa tamu di dalam, yang terus melantunkan doa untuk almarhumah. Kemudian perwakilan keluarga juga masih ada di dalam. Saya pikir ini bagian dari yang menunjukan bahwa banyak orang merasa kehilangan atas meninggalnya almarhumah, dan banyak orang mendoakan agar beliau mendapat tempat yang terbaik," kata Arief. (idn/dwia)