Kemenhub akan Polisikan Oknum Pemalsu Tiket Bus Mudik Gratis

Zakia Liland - detikNews
Sabtu, 01 Jun 2019 00:10 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi (Foto: Zakia Liland/detikcom)
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melaporkan oknum pemalsu tiket bus mudik gratis kepada polisi. Langkah hukum ini diambil karena tindakan pelaku masuk kategori penipuan.

"Pak Yani (Direktur Angkutan dan Multi Moda Direktorat Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani) sudah tahu pelakunya. Saya bilang, laporkan polisi. Enak aja, saya bilang. Jadi, di tengah gini pasti ada penunggang kuda lah, selalu. Memainkan untuk kepentingan dia sendiri. Nggak ada ampun saya mah gitu," kata Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setyadi, di Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu, Kemenhub, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (31/5/2019).


Dia mengatakan pelaku memalsukan tiket untuk satu bus untuk satu jurusan. Akibatnya ada 200 calon pemudik yang tertipu.

Petugas mengetahui ada tiket palsu yang dijual ketika mesin pendeteksi tiket tak bisa membaca tiket palsu tersebut.

"Kan kita ada barcode, yang punya kita ada barcode. Kalau mereka mungkin ada seperti barcode, tapi nggak bisa akses ke mesin kita, ke alat kita, nggak bisa kebaca. Masyarakat kan nggak ngerti," tuturnya.


Budi belum mengetahui modus yang dipakai pelaku untuk menipu penumpang. Namun akhirnya Kemenhub menambah satu bus lagi untuk memberangkatkan calon pemudik yang sempat tertipu pelaku.

Kasus tiket palsu ini terungkap dalam acara mudik gratis yang disediakan Kemenhub. Kemenhub mengaku sudah mencatat para terduga pelaku.

"Ada indikasi pemalsuan tiket, dan indikasi itu akan saya laporkan ke polisi. Ada orang-orang tertentu yang memanfaatkan mudik gratis ini dengan mengambil keuntungan," kata Direktur Angkutan dan Multi Moda Direktorat Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani, saat pelepasan mudik gratis Kemenhub di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (31/5). (jbr/mae)