detikNews
Rabu 29 Mei 2019, 12:38 WIB

Sidang 'Jual-Beli' Jabatan Di Kemenag

Jaksa KPK: Rommy Arahkan Suap untuk Bantu Kampanye Sepupu Jadi Caleg

Zunita Putri - detikNews
Jaksa KPK: Rommy Arahkan Suap untuk Bantu Kampanye Sepupu Jadi Caleg Mantan pejabat Kemenag M Muafaq Wirahadi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Jaksa KPK menyampaikan adanya sebagian uang suap yang diterima Romahurmuziy alias Rommy mengalir untuk kepentingan kampanye calon anggota legislatif (caleg) PPP di Kabupaten Gresik. Nama caleg PPP tersebut adalah Abdul Wahab, yang juga sepupu Rommy.

Duit suap yang diterima Rommy tersebut berasal dari Muhammad Muafaq Wirahadi. Dia merupakan pejabat di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik yang ingin mendapatkan jabatan sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.


Muafaq meminta bantuan sepupu Rommy bernama Abdul Rochim dan Abdul Wahab untuk menyampaikan ke Rommy atas keinginannya mendapatkan jabatan itu. Singkat cerita, Rommy menyetujui keinginan Muafaq itu.

"Terdakwa (Muafaq) meminta bantuan Muchammad Romahurmuziy untuk menjadikan dirinya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Atas permintaan terdakwa tersebut, oleh Muchammad Romahurmuziy menyanggupinya," ucap jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019).

Rommy, yang tidak memiliki jabatan apa pun di Kemenag, kemudian mengarahkan Sekretaris Jenderal Kemenag M Nur Kholis Setiawan untuk menunjuk Muafaq. Singkat cerita, Muafaq mendapat jabatan itu dan menemui Rommy setelahnya.


"Dalam pertemuan itu, dibahas pula mengenai cara membesarkan PPP di Provinsi Jawa Timur serta terdakwa diarahkan oleh Muchammad Romahurmuziy untuk membantu Abdul Wahab, yang merupakan sepupu Muchammad Romahurmuziy, yang mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP," ucap jaksa.

Jaksa menyebut Muafaq memberikan uang total Rp 91,4 juta. Sebagian dari uang itu yaitu Rp 41,4 juta diberikan Muafaq kepada Abdul Wahab atas persetujuan Rommy.

"Dalam pertemuan tersebut, Abdul Wahab atas persetujuan Muchammad Romahurmuziy meminta bantuan kepada terdakwa terkait pencalonan Abdul Wahab sebagai anggota DPRD Kabupaten Gresik," imbuh jaksa.


Sedangkan Rp 50 juta sisanya hendak diberikan Muafaq pada Maret 2019. Namun pada saat itulah Muafaq dan juga Rommy terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Dalam persidangan tersebut, Muafaq pun didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed