detikNews
Selasa 28 Mei 2019, 18:46 WIB

Rata-rata Hasil UNBK 2019 Tingkat SMP Masih di Bawah Standar

Matius Alfons - detikNews
Rata-rata Hasil UNBK 2019 Tingkat SMP Masih di Bawah Standar Kemendikbud (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kemendikbud memaparkan hasil UNBK 2019 untuk jenjang SMP sederajat. Hasilnya, rata-rata SMP dan MTs di tingkat nasional masih memiliki nilai UNBK atau UNKP di bawah standar.

Hasil rata-rata nilai UN 2019 SMP sederajat ini dibacakan oleh Kabalitbang Kemendikbud Totok Suprayitno. Dia mencatat tahun ini ada 83 persen siswa atau 3,6 juta siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sementara sisanya masih berbasis kertas pensil (UNKP).

"UNBK ini luar biasa sehingga 2019 ini sekitar 3,6 juta peserta UN sudah melaksanakan dengan UNBK," kata Totok kepada wartawan di kantor Kemendikbud, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).



Totok kemudian menjelaskan, seluruh siswa SMP dan MTs yang mengikuti UNBK atau UNKP menunjukkan hasil nilai UN yang masih di bawah standar. Totok mencatat, khusus SMP, rata-rata semua mata pelajaran UN masih berada di 52 poin. Sedangkan standar kompetensi yang ditetapkan adalah 55.

"Bahasa Indonesia 65, bahasa Inggris 50, dan seterusnya dan yang terendah ini rata-rata MTK 46 poin, IPA 48 poin, rata-rata dari semua mata pelajaran di UN kan itu 52, masih di bawah 55 threshold yang dianggap standar kompetensinya," ucap Totok.

Hasil itu, sebut Totok, juga didapatkan oleh madrasah tsanawiyah (MTs). Menurutnya, dari 980 ribu peserta MTs, rata-rata nilai seluruh mata pelajaran lebih rendah 4 poin dari SMP atau sekitar hanya 48 poin.

"Untuk MTs lebih rendah lagi, di semua mata pelajaran antara SMP dan MTs ini sedikit unggul SMP antara 4-5 poin," ungkapnya.



Meski demikian, Totok menyebut masih ada sekolah yang rata-rata angkanya di atas standar kompetensi. Dia mengatakan perlu perbaikan terhadap sekolah yang hasil rata-rata UNBK di bawah standar kompetensi.

"Banyak juga tadi, 90 juga banyak, tapi sekolah yang masih di bawah harus memperbaiki diri. Oleh karena itu, perbaikannya tadi, titik lemah di mana di setiap mata pelajaran, topik tadi, titik lemah di mana, digali, disisir setiap sekolah ini dari rapor masing-masing sekolah, kelemahan di mana, guru bisa refleksi diri terhadap hasil lalu bayangkan apa yang harus diperbaiki," jelasnya.

"Peningkatan kompetensi guru secara sinambung itu harusnya berangkat dari jiwa profesi guru, tingkatkan kompetensi guru itu kebutuhan, gimana tingkatkannya, ya dari hasil UN itu kelihatan," sambungnya.



Pantau UNBK di Sulsel, Mendikbud Jadi 'Tukang Pijat' Siswa, Tonton Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(maa/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com