detikNews
Selasa 28 Mei 2019, 11:21 WIB

Info Mudik

Siap-siap Mudik! Ini Beberapa Titik 'Maut' yang Mesti Diwaspadai

Tim detikcom - detikNews
Siap-siap Mudik! Ini Beberapa Titik Maut yang Mesti Diwaspadai Foto: Pemerintah sepakat mengganti nama Tanjakan Emen jadi Tanjakan Aman (Foto: Dok. Kemenhub)
Jakarta - Lebaran tinggal menghitung hari. Sejumlah warga di tanah rantau sudah mempersiapkan diri untuk mudik, bahkan sudah ada juga yang berangkat sejak jauh hari. Namun, warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi beberapa titik rawan kecelakaan yang bisa mendatangkan maut.

Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri memperkirakan puncak arus mudik akan berlangsung pada 1-2 Juni 2019. Kebijakan one way atau satu arah akan diberlakukan untuk mengantisipasi kepadatan saat puncak mudik.

"Kemudian ada hal berbeda dibandingkan tahun lalu, kita akan melalukan one way pada ruas tertentu. Khususnya di tanggal 30, 31 (Mei), tanggal 1 dan tanggal 2 (Juni). Di mana memang tanggal-tanggal itu adalah tanggal-tanggal yang padat, yang puncaknya kita perkirakan adalah tanggal 1 dan 2 (Juni)," ujar Refdi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2019)



Selain itu, upaya ini juga untuk menekan angka kecelakaan saat mudik. Berdasarkan catatan detikcom, angka kecelakaan pada tahun 2018 tercatat menurun hingga 50 persen dibanding tahun 2017. Kendati demikian, pemudik tetap harus mewaspadai beberapa titik 'maut' saat mudik. Lalu, mana saja titik rawan kecelakaan yang mesti diwaspadai?

Titik Rawan Tol Trans Jawa

Tahun 2019 ini para pemudik dari arah Jakarta maupun Surabaya bisa menggunakan jalan tol Trans Jawa. Namun, ada beberapa titik rawan kecelakaan yang mesti dihindari. Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno memaparkan beberapa titik rawan tersebut.

"Potensi kecelakaan lalu lintas juga mengancam pengguna jalan tol jika tidak berhati-hati. Data dari PT jasa Marga (Maret 2019), beberapa ruas tol yang perlu diwaspadai, seperti KM 365 - KM 375 Tol Batang-Semarang, KM 475 - KM 485 Tol Semarang-Solo, KM 715 - KM 725 Tol Surabaya-Mojokerto, KM 795 - KM 805 Tol Gempol-Pandaan," ungkap Djoko Setijowarno melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu (16/3/2019).



Oleh karena itu, dia mengimbau warga yang melintasi kawasan tersebut bisa mengatur kecepatan sesuai dengan rambu yang terpasang. Selain itu, dia juga mengimbau pemudik untuk beristirahat di sejumlah rest area jika memang sudah lelah.

Arah Jawa Tengah: Tol Palikanci KM 203

Warga yang menggunakan fasilitas tol Palimanan-Kanci (Palikanci) untuk mudik ke arah Jawa Tengah diimbau waspada. Pasalnya, tol Palikanci KM 203 merupakan salah satu titik rawan kecelakaan. Setidaknya, Traffic Management Manager Jasa Marga Cabang Palikanci Agus Hartoyo mengatakan tahun ini sudah ada empat kali kecelakaan di jalur itu.

"Titik rawan itu ada di KM 203 A. Sepanjang 2019 ini terjadi empat kali kecelakaan di KM itu. Memang tidak ada korban jiwa, kecelakaannya tabrak belakang semua," kata Agus kepada detikcom, Sabtu (25/5/2019).

Agus menyebut jalan yang lurus menjadi salah faktor penyebab kecelakaan di KM 203. Menurut Agus, tak sedikit pengemudi yang terlena memacu kendaraannya saat melintas di jalur tersebut karena lintasan lurus. Terlebih Palikanci merupakan titik jenuh perjalanan dari Jakarta ke Jateng. Maka dari itu, pemudik dihimbau untuk mengurangi kecepatan saat melintas di jalur ini.

Jalur Selatan Jabar

Bagi pemudik yang dari arah Jakarta yang ingin melintas di kawasan jalur Jabar pun diimbau untuk berhati-hati. Polisi mencatat sedikitnya 11 titik rawan kecelakaan lalu lintas yang terletak di jalur selatan Jabar.

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan titik-titik area jalur ini berkontur jalan berkelok dan terjal. Sehingga terkadang kecepatan rata-rata kendaraan tidak bisa dikontrol oleh pengemudi.

Dia menjelaskan, daerah rawan kecelakaan di jalur selatan meliputi Ciloto dan Cisarua (Bogor), Padalang atau tepatnya di kawasan Cipatat (Cimahi), Nagreg dan Cijapati (Kabupaten Bandung), Gentong dan Ciawi (Tasikmalaya), Malangbong, Kadungora dan Leles (Garut), serta Jalan Raya Ciamis (Ciamis).

Kawasan memiliki jalan yang terjal seperti di Nagreg, Leles, Padalarang sampai ke Cipatat, Cijapati, Gentong, dan Cisarua dengan akses jalan menanjak diikuti jalur berkelok.

Jalur Pantura Kudus

Polisi memetakan beberapa titik rawan kecelakaan di Kabupaten Kudus, baik itu di jalur Pantura atau di dalam kota setempat. Pemudik diimbau waspada ketika melintas di titik tersebut.

"Ada 4 titik rawan kecelakaan yang dipetakan," kata Kasat Lantas Polres Kudus AKP Ikrar Potawari saat dihubungi wartawan, Selasa (21/5/2019).

Ikrar membeberkan titik rawan kecelakaan itu ada di Pantura Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, di jalan lingkar Payaman, pantura Klaling serta daerah kota.

Sedangkan untuk rawan kemacetan, lanjut dia, ada di Jalan Jenderal Sudirman di depan Pasar Kliwon.

"Pasar Kliwon (jalan) sudah satu arah. Titik rawan macet terurai. Tapi ada titik lain seperti Pasar Jekulo," imbuhnya.

Ikrar menjelaskan bahwa Satlantas Polres Kudus membentuk tim yang siap mengurai kemacetan.



Jalur Wisata Subang-Bandung, Tanjakan Emen

Momen lebaran biasanya juga jadi momen yang tepat bagi para pemudik untuk berwisata bersama keluarga di kampung halaman. Namun, ada titik rawan kecelakaan di jalur wisata yang mesti diwaspadai. Salah satunya adalah tanjakan emen yang berada di antara jalur Wisata Subang-Bandung. Tanjakan ini sejak lama memang sudah terkenal sebagai jalur maut.

Setidaknya, menurut catatan detikcom, sejak 2004 sedikitnya sudah terjadi tujuh kecelakaan maut di sekitar Tanjakan Emen, Subang. Faktor kecelakaan umumnya disebabkan oleh rem blong. Maka dari itu, warga yang ingin berwisata dari arah Bandung atau Subang, perlu berhati-hati saat melintasi jalur ini dengan mengurangi kecepatan laju kendaraan.
(rdp/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com