"Tidak khawatir. Golkar itu partai besar, sudah tentu menghargai kebebasan kader menjalankan profesi masing-masing," kata Dorel kepada wartawan, Selasa (28/5/2019).
Dia mengaku bersikap selayaknya advokat dalam membela kliennya. Tugas itu dijalankannya dengan profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya hanya menjalankan profesi sebagai advokat," kata Dorel.
Golkar kini tengah mengkaji perihal Dorel, yang membela Prabowo. Hasil kajian itu akan menentukan nasib Dorel di bawah partai beringin. Sejauh ini, dia belum menerima teguran langsung dari partainya kecuali hanya kabar-kabar yang disampaikan orang lain.
"Melalui berita," kata Dorel.
Sebelumnya diberitakan, Golkar mengakui Dorel adalah kadernya. Kini Golkar tengah membuat kajian untuk menyikapi 'penggemar Jusuf Kalla (JK)' itu.
"Di Golkar itu ada AD/ART, ada Peraturan Organisasi. Di dalamnya ada mekanisme tentang bagaimana penanganan apabila kader melakukan Pelanggaran Disiplin Organisasi," kata Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Adies Kadir saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (27/5) kemarin.
Sebagaimana diketahui, Dorel masuk menjadi salah satu anggota tim hukum Prabowo-Sandiaga yang mengajukan gugatan sengketa Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). Selain Dorel, tim hukum Prabowo-Sandiaga terdiri atas Bambang Widjojanto (BW) sebagai ketua, Denny Indrayana, Teuku Nasrullah, Luthfi Yazid, Iwan Satriawan, Iskandar Sonhadji, dan Zulfadli.
"Dia profesional. (Soal kader Golkar) Kita abaikan, kita lihat keahliannya, bukan latar belakang parpol ya," ujar anggota Direktorat Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Habiburokhman, berkomentar soal Dorel, Senin (27/5) kemarin.
Mau Tahu Kader Usulan Golkar untuk Pimpin DPR/MPR? Simak Videonya:
(dnu/zap)










































