SBY Doakan Pem-bully Bu Ani Tak Sakit Kanker Darah

Matius Alfons - detikNews
Senin, 27 Mei 2019 21:56 WIB
SBY. (Foto: dok Demokrat)
Jakarta - Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersedih ketika istrinya, Ani Yudhoyono, sempat di-bully oleh netizen. SBY mendoakan agar yang bersangkutan tidak menderita penyakit kanker darah seperti yang dialami istrinya.

"Saya ingin menyampaikan kepada mereka yang suuzan dan berprasangka buruk seperti itu, (mungkin mereka adalah saudara kami, muslimin atau muslimat), di bulan suci Ramadhan ini saya doakan agar yang bersangkutan dan keluarga yang disayanginya tidak mengalami penyakit kanker darah seperti yang diderita Ibu Ani, agar tak perlu merasakan penderitaan dan perjuangan hidup," ujar SBY melalui rekaman video yang ditunjukkan dalam acara buka bersama elite PD di kediamannya, Mega Kuningan, Jaksel, Senin (27/5/2019).



SBY mengatakan istri tercintanya itu sudah 4 bulan menjalani perawatan intensif di National University Hospital (NUH) di Singapura. Sejak itu pula SBY tak bisa maksimal melakukan kampanye untuk partainya selama Pemilu 2019, karena harus mendampingi Ibu Ani di Singapura.

"Saya dan Ibu Ani tidak bisa ikut berpartisipasi dan memimpin langsung kampanye Partai Demokrat, sebagaimana yang kami berdua lakukan sejak Pemilu 2004 dan Pemilu 2009, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden & wakil presiden," paparnya.

Presiden ke-6 RI itu menilai apa yang dialami istrinya sebagai takdir dan ujian dari Allah SWT yang harus dijalani dengan tabah. Namun, dia menyayangkan, di tengah perawatan istrinya, ada pihak yang mem-bully.

"Ketika beberapa saat yang lalu, ada kalangan yang menuduh dan mencerca kami berdua, bahwa seolah sakitnya Ibu Ani itu hanya jadi alasan buat SBY untuk tidak berkampanye, saya sungguh bersedih, dan Ibu Ani harus meneteskan air mata mendengarnya," katanya.



Padahal, lanjut SBY, Ibu Ani sangat menginginkan turun langsung ke lapangan untuk membantu perjuangan PD di Pemilu 2019, termasuk dirinya yang selama masa kampanye berada di Singapura.

"Saya dan Ibu Ani sungguh ingin terjun langsung ke lapangan untuk ikut berkampanye dalam Pemilu 2019 ini. Saya kira para kader masih ingat, 5 hari sebelum Ibu Ani pergi ke Singapura, dan kemudian divonis menderita leukemia dan harus dirawat hingga hari ini, kami berdua masih melakukan safari ke Sumatera Utara dan Aceh," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean berang bukan kepalang lantaran Ani Yudhoyono di-bully netizen yang disebutnya 'buzzer setan gundul'. Karena hal itu, dia menyatakan berhenti mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno per hari ini.

Langkah serupa diikuti Ketua DPP PD Jansen Sitindaon, yang juga menarik keikutsertaan diri dari BPN Prabowo-Sandi. Jansen tak terima Bu Ani yang tengah sakit kanker darah di-bully. Dia menganggap Bu Ani sudah seperti ibu sendiri. (idn/jbr)