Bye-bye Minyak Tanah, 10 Juta Tungku Batubara Dibagi Gratis
Kamis, 06 Okt 2005 14:26 WIB
Jakarta - Harga minyak tanah kian mahal. Penggunaan briket batubara akan digalakkan kembali. Pemerintah pun berniat membagikan 10 juta tungku batubara. Gratis!"Terhadap industri dan masalah rumah tangga, kita harapkan dapat segera memberlakukan pemakaian briket. Ini dipakai untuk mengganti pemakaian minyak tanah," ujar Menko Perekonomian Aburizal Bakrie usai rapat tentang energi alternatif dan kelistrikan di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (6/10/2005).Rapat yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla ini juga diikuti Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menneg BUMN Sugiharto, Menneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Dirut PLN Eddie Widiono dan Dirut Pertamina Widya Purnama.Pemerintah juga berencana menjual briket batubara yang harganya lebih murah dari minyak tanah dengan derajat kepanasan yang sama.Untuk itu, pemerintah telah mengutus Menneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta guna menyosialisasikan penggunaan briket batubara.Briket batubara ini sebenarnya sudah mulai dicanangkan penggunaannya pada era Presiden Soeharto. Namun program ini terbukti tidak berhasil sama sekali dan kini sudah dilupakan masyarakat Indonesia.Menurut Aburizal, kegagalan proyek briket batubara dikarenakan harga minyak tanah pada waktu itu lebih murah dibandingkan harga batubara."Karena waktu itu harga minyak tanah lebih murah, masyarakat memilih minyak tanah. Sekarang pada derajat kepanasan yang sama, harga minyak tanah Rp 2.000, briket batubara hanya Rp 1.500," tandas Aburizal.
(qom/)











































