Round-Up

Kisah Pilu Ricuh 22 Mei: Mobil Hangus hingga Dagangan Dijarah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Mei 2019 19:32 WIB
Mobil-mobil terbakar di Petamburan (Bil/detikcom)
Mobil-mobil terbakar di Petamburan (Bil/detikcom)
Jakarta - Kerusuhan pecah di Jakarta saat aksi 22 Mei. Kerusuhan itu membuat sejumlah massa dan petugas kepolisian luka-luka. Mobil-mobil hingga warung dagangan milik warga pun dijarah para perusuh.

Dirangkum detikcom, Kamis (23/5/2019), ada dua jenis massa yang bergerak pada 22 Mei. Massa aksi berlangsung tertib, massa perusuh yang datang belakangan bikin keonaran. Sebuah warung kopi di Wahid Hasyim menjadi sasaran penjarahan massa perusuh.

Pemilik warung kopi itu bernama Rajab. Rajab menutup warungnya pada Rabu (22/5) pukul 22.00 WIB karena ingin beristirahat di rumah. Tapi istirahat Rajab ternyata tak nyenyak. Warungnya dijarah massa.



Kotak pendingin dan uang yang ada di warungnya dibobol. Beberapa barang dagangannya lainnya adalah rokok dan makanan. Rajab menaksir kerugian yang dialaminya mencapai Rp 50 juta. Rajab menguatkan hati.

"Rokok minuman, Indomie, kopi. Ada (uang), sekitar Rp 8 jutaan. Iyalah diambil, orang seratus perak juga diambil, nggak disisain. Minuman itu (dalam kulkas) punya saya semua itu. Habis semua udah, nggak ada, dari nol lagi kita berdiri," tutur Rajab.

warung yang dibakarWarung yang dibakar. (Lisye Sri Rahayu/detikcom)


Meski warung habis dijarah massa, dia mengatakan akan kembali berjualan di tempat yang sama. "Tetaplah kita bertahan (jualan) di sini," ujarnya.

Kerusuhan juga membuat 11 mobil yang diparkir di Asrama Brimob, Petamburan, hangus terbakar. Kelompok massa justru menyerang asrama Polri dengan batu, bom molotov, petasan, dan botol. Mobil-mobil yang terbakar itu di antaranya milik warga.



"Mobil yang rusak 11 unit, dengan kerusakan bervariasi kaca depan, bodi, dan lain-lain, dan mobil yang terbakar 14 unit, truk dalmas satu, tiga mobil dinas K-9, dan 11 unit mobil umum," imbuh .Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal.

Di daerah Slipi, pada Rabu (22/5) siang, kerusuhan juga kembali pecah. Mobil-mobil milik polisi dan bus pengangkut anggota Brimob hancur diamuk massa.



Gubernur DKI Anies Baswedan dan Kapolda Metro Jaya Gatot Eddy Pramono pun langsung mendatangi lokasi. Anies mengimbau masyarakat menghindari kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, seusai kerusuhan. Untuk wilayah lain, Anies memastikan dalam kondisi aman.

"Warga hindari wilayah sekitar Tanah Abang, intinya itu, kemudian berkegiatan seperti biasa. Wilayah lain aman baik tenang, hanya di sekitar Tanah Abang saja. Karena itu, hindari wilayah ini," ujar Anies, Rabu (22/5).



Dia mengatakan sebanyak 8 orang meninggal dunia pasca-aksi yang terjadi selama 21-22 Mei 2019. Data tersebut dihimpun pada Kamis (23/5) per pukul 11.00 WIB. Sementara itu, sebanyak 737 orang mengalami luka-luka.

"Mereka ditangani di RS di sekitar wilayah ini dengan jenis diagnosis terbanyak yang nontrauma 93, luka berat 79, luka ringan 462. Ada yang belum ada keterangan 96," kata Anies. (rvk/gbr)