DetikNews
Rabu 22 Mei 2019, 14:38 WIB

Kapolri Terima Laporan 6 Tewas di Aksi 22 Mei, Ingatkan Kasus Senjata Ilegal

Eva Safitri - detikNews
Kapolri Terima Laporan 6 Tewas di Aksi 22 Mei, Ingatkan Kasus Senjata Ilegal Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan) (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan laporan mengenai enam orang tewas dalam rusuh dini hari 22 Mei. Namun Tito meminta masyarakat tidak langsung menarik kesimpulan mereka merupakan korban aparat.

"Saya mendapatkan laporan dari Kabiddokes, ada 6 orang meninggal dunia. Informasinya, ada yang kena luka tembak, ada yang kena senjata tumpul," ujar Tito dalam konferensi pers di Kemenkopolhukam, Rabu (22/5/2019).

Tito mengatakan perihal 6 orang yang meninggal dalam rusuh 22 Mei itu perlu ditelusuri lebih lanjut mengenai penyebab dan siapa pelakunya.

"Harus kita clear-kan, di mana dan apa sebabnya. Tapi jangan langsung apriori," tutur Tito.



"Karena kita menemukan barang-barang seperti ini (sambil menunjuk senapan M4). Ini di luar tangan TNI dan Polri. Apalagi memang ada upaya untuk memprovokasi itu sehingga membangun kemarahan publik," sambungnya.

Senapan M4 yang dihadirkan dalam konferensi pers ini merupakan senapan yang diduga diselundupkan oleh Mayjen (Purn) Soenarko, mantan Danjen Kopassus, dari Aceh ke Jakarta.



Lihat video Penampakan Mobil Polisi yang Dirusak Massa di Flyover Slipi:

[Gambas:Video 20detik]


(eva/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed