detikNews
Selasa 21 Mei 2019, 18:39 WIB

Luhut Minta Penolakan Pilpres Tak Dibesarkan: Sudahlah Pak Prabowo

Hendra Kusuma - detikNews
Luhut Minta Penolakan Pilpres Tak Dibesarkan: Sudahlah Pak Prabowo Luhut Binsar Pandjaitan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut penolakan hasil pilpres yang diungkapkan capres Prabowo Subianto tak perlu dibesar-besarkan. Sengketa hasil pilpres, menurutnya, bisa diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sudahlah, Pak Prabowo. Kan sudah bagus membawa ke MK, itu kan jadi satu prosedur yang dewasa dari kita semua. Saya kira nggak usah dibesar-besarkanlah," ujar Luhut di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Selain itu, Luhut menyebut penolakan hasil pilpres oleh Prabowo tak mempengaruhi minat investor menanamkan modal di Tanah Air. Luhut melihat data market hari ini kondisinya baik

"Bagus kan, tadi rebound semua di market," kata Luhut.





Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan menolak hasil Pilpres 2019 yang dimenangi Jokowi-Ma'ruf Amin. Prabowo menyebut Pilpres 2019 penuh kecurangan.

"Kami pihak paslon 02 menolak semua hasil penghitungan suara pilpres yang diumumkan KPU pada tanggal 21 Mei 2019 dini hari tadi. Di samping itu, pihak paslon 02 juga merasa pengumuman rekapitulasi hasil tersebut dilaksanakan pada waktu yang janggal, di luar kebiasaan," ujar Prabowo dalam jumpa pers didampingi cawapres Sandiaga Uno di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/5).

Prabowo menyebut dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 sudah disampaikan di Hotel Grand Sahid Jaya pada 14 Mei. Saat itu, Prabowo menegaskan sudah menolak penghitungan perolehan suara di Pilpres 2019 yang bersumber dari kecurangan.





"Seperti yang telah disampaikan pada pemaparan kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya pada tanggal 14 Mei 2019 yang lalu, kami pihak pasangan calon 02, tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan," ujarnya.

"Pihak paslon 02 juga telah menyampaikan untuk memberi kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki seluruh proses sehingga benar-benar mencerminkan hasil pemilu yang jujur dan adil, namun hingga pada saat terakhir tidak ada upaya yang dilakukan KPU untuk memperbaiki proses tersebut," imbuh Prabowo.



Tonton video Tanggapan KPU Terkait 'Pengumuman Pemilu Senyap-senyap':

[Gambas:Video 20detik]


(hek/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed