DetikNews
Sabtu 18 Mei 2019, 16:48 WIB

Polri Sebut Terduga Teroris Bogor Berencana Ledakkan Bom di KPU 22 Mei

Audrey Santoso - detikNews
Polri Sebut Terduga Teroris Bogor Berencana Ledakkan Bom di KPU 22 Mei Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom
Bogor - Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot, terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror di Cibinong, Kabupaten Bogor, termasuk teroris yang berencana melakukan aksi teror pada 22 Mei 2019. Polisi pun menjelaskan alasan kelompok-kelompok teroris menyasar tanggal tersebut untuk melakukan serangan.

"Sasaran mereka (jaringan teroris Pak Jenggot) tetap sama, yang pertama adalah toghut, artinya mereka akan menyasar aparat kepolisian yang sedang melaksanakan tugas. Yang kedua sama dengan sasaran JAD yang kita tangkap terdahulu, baik dia JAD Lampung kemudian JAD Bekasi, maupun JAD Jawa Tengah, mereka akan menyiasati ketika terjadi kerumunan massa di tanggal 22 Mei yang akan datang di depan KPU," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Pernyataan itu disampaikan Brigjen Dedi saat meninjau rumah Pak Jenggot yang menjadi tempat penyimpanan bom panci, bom pipa dan bahan peledak lainnya di Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019).


Dedi menerangkan bukan tanpa alasan kelompok-kelompok teroris ini menargetkan beraksi di 22 Mei, karena mereka mengikut dinamika politik yang terjadi dan melihat tanggal tersebut sebagai momen yang pas untuk menunjukkan eksistensi teroris di Tanah Air.

"Mereka mengikuti dinamika perkembangan masyarakat saat ini. Dengan mereka akan melakukan serangan terorisme, aksi terorisme bom baik itu suicide bomber, kemudian bom yang diletakkan, maupun serangan-serangan terorisme yang lainnya di tanggal 22 ini, mereka memberikan pesan kepada jaringan internasionalnya Firqoh Abu Hamzah," terang Dedi.



"Bahwa kelompok ini masih eksis dan bisa melakukan serangan terhadap kegiatan-kegiatan masyarakat yang menjadi konsentrasi mereka juga," lanjut dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik Densus 88 Antiteror terhadap para teroris yang ditangkap, lanjut Dedi, Bulan Ramadhan dinilai sebagai momentum bagi mereka berjihad.

"Bulan puasa ini merupakan suatu momentum bagi mereka untuk melakukan jihadnya, melakukan amaliahnya. Pas kebetulan di bulan puasa ini ada momentum besar yaitu momentum nasional, 22 Mei akan diumumkan secara nasional hasil penghitungan suara baik pemilihan presiden," ungkap Dedi.
(aud/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed