Setelah Diancam Bom, Carrefour Lebak Bulus Normal
Rabu, 05 Okt 2005 11:51 WIB
Jakarta - Heboh bom juga menimpa hipermarket Carrefour di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Toko retail raksasa asal Prancis ini sempat jadi korban ancaman bom orang iseng.Namun situasi Carrefour Lebak Bulus hari ini kembali normal. Toko beroperasi seperti sediakala. Para pengunjung juga ramai berdatangan begitu toko dibuka. "Kondisi normal, seperti hari-hari biasa. Tidak terpengaruh ancaman bom," kata salah seorang Slamet, pelayan Texas Fried Chicken yang membuka gerai di dalam Carrefour pada detikcom, Rabu (5/10/2005).Ancaman bom menimpa Carrefour pada Selasa (4/10/2005) malam. Petugas Carrefour Lebak Bulus bernama Pujiyanto (23), menerima telepon dari seorang laki-laki yang mengancam akan melakukan peledakan bom. Menurut pengakuan Puji, lelaki itu mengancam dengan kalimat, "Ini Carrefour ya, Allah berfirman saya harus membunuh orang kafir sebanyak-banyaknya. Dua jam lagi bom akan meledak". Lelaki itu menelepon Carrefour sekitar pukul 20.05 WIB.Ancaman itu ditanggapi serius. Penyisiran pun digelar oleh anggota pengamanan dalam (Pamdal) Carrefour. Hal ini disebabkan pihak manajer Carrefour keberatan jika penyisiran dilakukan oleh Polri. Toko pun terpaksa tutup beberapa menit lebih awal.Pada pukul 22.30 WIB, tempat tersebut dinyatakan steril dari bahan peledak. Saat ini kasus ditangani oleh Polsek Kebayoran Lama.
(atq/)











































