Keluarga Terlihat Tabah, Fenny Diberangkatkan ke Pemakaman
Rabu, 05 Okt 2005 10:45 WIB
Jakarta - Fenny (18), korban bom Bali II, telah diberangkatkan ke pemakaman dari Rumah Duka Jelambar, Jakarta Barat. Selama prosesi kebaktian hingga pemberangkatan jenazah, ayah dan ibu Fenny, kedua adiknya, dan para kerabat dekat lainnya terlihat tabah.Menurut paman korban, Heari (19), keluarga sudah ikhlas melepas kepergian Fenny. Itu sebabnya kedua orangtua Fenny, yakni Erwin Candra dan istrinya, serta dua adik Fenny terlihat tabah. Tidak terdengar suara sedu sedan atau isak tangis."Ada firman Tuhan yang mengatakan segala sesuatu yang di dunia ini ada masanya untuk lahir dan untuk meninggal, untuk menangis dan ketawa. Dan ada masa menabur dan menuai," kata Heari ketika ditemui detikcom di Rumah Duka Jelambar, Jl. Tubagus Angke 49, Jakarta Barat..Sekitar 50 pelayat mengikuti kebaktian yang dipimpin koordinator Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA), Bandengan Selatan. Setelah didoakan pendeta GSJA Josef Halim, jenazah Fenny diberangkatkan dari Rumah Duka Jelambar sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (5/10/2005).Kemudian jenazah dibawa dengan mobil ambulans ke Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur. Sekitar 10 mobil yang mengangkut keluarga dan kolega Fenny mengiringi di belakang.Saat terjadi tragedi bom Bali II, Fenny sedang berlibur ke Bali bersama 20 temannya. Jenazah Fenny diidentifikasi melalui cincin manis yang melingkar di jari tengahnya. Tanda cinta dari sang kekasih itulah yang mengungkap identifikasi karyawati PT CIF Transportasi tersebut. Fenny adalah salah satu dari lima korban tewas dari PT CIF.
(gtp/)










































