DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 14:32 WIB

BPN Rilis Dugaan Penyimpangan Pemilu, KPU: Buka-bukaan di Rekapitulasi Saja

Arief Ikhsanudin - detikNews
BPN Rilis Dugaan Penyimpangan Pemilu, KPU: Buka-bukaan di Rekapitulasi Saja Komisioner KPU Hasyim Asyari (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan buka-bukaan data terkait dugaan penyimpangan Pemilu 2019 hari ini. Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta informasi dugaan pelanggaran pemilu itu disampaikan di tempat rekapitulasi nasional.

"Ya mumpung ini rekapitulasi, buka-bukaan di sini saja. Karena di sini kan forum rekapitulasi, semua saksi hadir. Jadi tidak hanya di-crosscheck dengan datanya KPU, tapi juga di-crosscheck dengan data yang dipegang masing-masih partai pemilu, baik dari parpol maupun pasangan capres-cawapres," ucap komisioner KPU Hasyim Asy'ari kepada wartawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).


Hasyim mencontohkan buka-bukaan data dilakukan di Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Data yang dimiliki tiap saksi dan KPU akan dicocokkan.

"Datanya saja kita cocokkan. Kemarin seperti di Kalbar, Malut, kita juga cocok-cocokkan. Artinya begini ya, kalau secara hukum, cara berpikirnya begini. Barang siapa mendalilkan, dia harus membuktikan," ucap Hasyim.


"Jadi kalau ada yang ngomong, 'Suara kami segini, kenapa suara kami segini?' Itu kan mendalilkan. Kalau mendalilkan harus membuktikan. Kalau tidak bisa membuktikan kan, dalilnya gugur," ucap Hasyim.


Menurut Hasyim, sampai saat ini BPN belum membawa data pembeda di rekapitulasi KPU sehingga belum ada masalah rekapitulasi nasional KPU.

"Ya dibawa ke sini lah. Nyatanya sampai sekarang sudah 15 provinsi baik-baik saja. Forum resminya kan di sini. Jadi peserta pemilu ada di sini semua," ucap Hasyim.


KPU belum mendapat undangan buka-bukaan kecurangan oleh BPN Prabowo Subianto-Sandiaga. Meski ada undangan, KPU mengaku sedang fokus rekapitulasi.

"Saya belum tahu ya apakah ada undangan atau tidak. Pada intinya, KPU hari ini, mulai dari Sabtu yang lalu, tanggal 11 (Mei), itu fokusnya adalah rekap nasional pemilu sampai tanggal 22 (Mei). Jadi KPU fokus ke situ," ucap Hasyim.

Sebelumnya, undangan tersebut juga diungkapkan oleh cawapres Sandiaga Uno setelah melakukan pertemuan dengan Prabowo pada Senin (12/5). Sandi mengatakan pemaparan bakal mengungkap dugaan penyimpangan pemilu dan dilakukan tim khusus. BPN Prabowo-Sandi juga mengundang seluruh pimpinan partai koalisi dan pemerintah.

"Ya kita mengundang semua, malah kita juga mengundang dari pihak parpol koalisi 01 dan kita mengundang seluruh pemerintah juga. Kita undang karena kita ingin ini terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi. Ini terang benderang demi pemilu yang jujur dan adil. Dan harapan kita agar tentunya perbaikan-perbaikan ini bisa dilakukan sebelum tanggal 22 Mei," ujar Sandi.


Sandi Minta Kecurangan Pemilu Segera Ditindaklanjuti:

[Gambas:Video 20detik]


(aik/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed