DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 11:40 WIB

Aksi Nekat Nyusup di Roda Pesawat: Dulu Mario Ambarita Kini WNI di Penang

Tim detikcom - detikNews
Aksi Nekat Nyusup di Roda Pesawat: Dulu Mario Ambarita Kini WNI di Penang Ilustrasi pesawat (iStock)
Jakarta - Seorang WNI menyusup ke roda pesawat di Bandara Penang, Malaysia, karena tidak sanggup membeli tiket pesawat. Peristiwa seperti ini bukan pertama kali terjadi.

Penangkapan ini terjadi pada Senin (13/5) pagi sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Identitas WNI berjenis kelamin laki-laki yang menyelinap ke roda pesawat di Penang ini tidak disebutkan. Hanya disebutkan bahwa pria WNI yang berusia 39 tahun itu merupakan seorang buruh pabrik pengolahan unggas.

Laporan Bernama menyebut pria WNI itu tidak mampu membeli tiket pesawat untuk pulang ke kotanya, Medan, Sumatera Utara. Oleh karena itu, WNI ini nekat menjadi penumpang gelap demi bisa pulang kampung.



Seorang sumber yang memahami kasus ini menyebut pria WNI itu ditemukan seorang teknisi yang sedang melakukan aktivitas perawatan terhadap sebuah pesawat kargo di kompleks Bandara Penang. Wakil kepala kepolisian distrik setempat, Jefri Md Zain, menyebut penyelidikan terhadap insiden ini dilakukan berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang Area dan Tempat Dilindungi Tahun 1959.

Pada 7 April 2015, peristiwa serupa pernah terjadi di Indonesia. Seorang pria bernama Mario Steven Ambarita (21) diamankan petugas Bandara Soekarno-Hatta tak lama setelah pesawat Garuda Indonesia GA 177 mendarat dari Pekanbaru.

Saat itu, Mario jalan terhuyung-huyung, sehingga langsung menarik perhatian pemandu pesawat parkir. Jari-jarinya juga membiru dan telinga kiri berdarah. Ternyata, Mario menyusup ke roda pesawat dan bertahan di sana selama penerbangan.


Mario Steven Ambarita / Mario Steven Ambarita (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)


Mario disebut nekat bersembunyi di roda pesawat karena ingin menemui Presiden Jokowi lantaran kecewa tidak diangkat menjadi Menko Kesra. Mario membantah dirinya gila. Dia juga santai saat aksinya itu dianggap berbahaya.

"Niat saya kan baik, naik penumpang. Yang bahaya kan saya, bukan orang lain," tutur Mario di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Jumat (10/4/2015).

Mario mengatakan hal itu dengan santai. Terkesan cuek. "Saya siap mati," kata pria asal Rokan Hilir, Riau, ini.



Atas aksi ilegalnya, Mario dijadikan tersangka. Hanya, ia tidak ditahan. Dia dikembalikan kepada orang tua. Namun Mario sempat lagi-lagi bikin heboh karena kabur ke Bandara Kualanamu.

Aksi ilegal Mario ini bukan hanya bikin heboh di Indonesia, tapi juga menjadi sorotan media internasional. Media internasional yang menyoroti itu seperti media Inggris, Guardian, yang memberitakan Mario dengan judul 'Indonesian man survives hour-long flight to Jakarta clinging to landing gear'. Kemudian juga situs berita publik Australia, ABC, yang menyajikan berita 'Indonesian man survives one-hour flight stowed away in passenger jet wheel housing'.

Tak ketinggalan, situs dari harian ternama Australia, Sydney Morning Herald, menurunkan berita berjudul 'Indonesian man Mario Steven Ambarita rides in Garuda airliner's landing gear', Kamis (9/4/2015). Kemudian juga situs Mashable yang menyitir berita berbahasa Inggris-Indonesia dengan judul 'Indonesian man survives hour-long flight by clinging to landing gear'.
(imk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed