detikNews
Senin 13 Mei 2019, 19:27 WIB

Tren Anak Muda Jadi Menteri di Berbagai Negara, Jokowi Tertarik Mencoba?

Rakhmad Permana - detikNews
Tren Anak Muda Jadi Menteri di Berbagai Negara, Jokowi Tertarik Mencoba? Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Joko Widodo disebut sedang mengincar menteri berusia muda untuk mengisi kabinetnya yang baru. Namun, dalam satu dekade ini, kabinet yang diisi oleh kaum muda memang jadi tren di sejumlah negara. Jika merujuk pada pengertian pemuda menurut ASEAN, pemuda adalah mereka yang berusia 15-35 tahun.

Wacana menteri berusia muda ini diungkapkan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Pembicaraan itu muncul dalam pembahasan kabinet yang pernah dilakukan.

"Wacana yang berkembang adalah menteri yang berumur di kisaran 20 tahunan ke atas gitu ya. Ini tentu menjadi hak presiden. Tetapi wacana ini muncul atau didorong dari keinginan akomodasi terhadap milenial," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Lantas, negara mana saja yang memiliki menteri muda?


Malaysia

Semenjak Mahathir Mohamad kembali terpilih menjadi Perdana Menteri Malaysia pada tahun 2018 lalu, dia melakukan beberapa terobosan. Salah satunya ialah dengan memasang pemuda pada beberapa pos kementerian di kabinetnya. Setidaknya, Perdana Menteri yang sudah berusia 93 tahun ini menempatkan dua menteri muda di kabinetnya.

Tren Anak Muda Jadi Menteri di Berbagai Negara, Jokowi Tertarik Mencoba?Foto: Instagram @yeobeeyin


Ada nama Yeo Bee Yin mengisi pos Menteri Energi, Teknologi, Sains, Perubahan Iklim dn Lingkungan Hidup. Dia dilantik pada 3 Juli 2018. Yeo Bee Yin merupakan insiyur jebolan Univerty of Technology petronas Malaysia. Dia juga manyabet gelar Bachelor of Chemical Engineering dari Univeristy of Cambridge Inggris.

Terjun ke politik saat usianya masih 29. Dia ikut bersaing masuk parlemen para Pemilu Malaysia 2013. Dia pun berhasil terpilih sebagai anggota parlemen Distrik Damnsara Utama, Negara Bagian Selangor dengan total suara 30.689 suara mayoritas.

Tren Anak Muda Jadi Menteri di Berbagai Negara, Jokowi Tertarik Mencoba?Foto: Syed Saddiq Instagram


Selain itu, Mahatir juga memilih Syed Saddiq Syed Abdul Rahman untuk menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia pada 2 Juli 2018. Saat menerima jabatan ini, pria muda yang akrab disapa Bro Saddiq ini baru berusia 25 tahun. Saddiq merupakan lulusan akademi militer dan sempat memenangi kontes debat Parlemen Inggris Asia (ABP) sebanyak tiga kali. Selain itu Saddiq menolak tawaran Beasiswa dari School of Public Police, University of Oxford. Namun, karena dia ingin mengabdi di pemerintahan Malaysia, Saddiq rela melepaskan beasiswa tersebut.

Saddiq diketahui tergabung dengan Partai Pribumi Bersatu Malaysia. Setidaknya, pada tahun lalu dia juga memenangkan kursi parlemen dari daerah asalnya, Muar. Perlu diketahui pula, Saddiq pernah membuat vlog bareng Presiden Jokowi saat meninjau venue ASIAN Games 2018.



Uni Emirat Arab

Tren Anak Muda Jadi Menteri di Berbagai Negara, Jokowi Tertarik Mencoba?Foto: Dok. Instagram @shamma

Uni Emirat Arab juga punya sosok menteri yang terbilang masih muda. Dia adalah Shamma al Mazrui, yang menjadi Menteri Urusan Kepemudaan Negara. Shamma baru berusia 22 tahun, saat dia menerima jabatan tersebut pada tahun 2016. Shamma sendiri menyabet gelar Bachelor of Arts di bidang Ekonomi dari New York University Abu Dhabi. Namun, pada 2015 dia pun sudah mendapatkan gelar Magister Kebijakan Publik dari University of Oxford. Setidaknya, pada tahun 2018 lalu, nama Shamma tercatat sebagai menteri termuda di dunia pada tahun 2018. Selain itu, CNBC juga pernah menetapkan Shamma sebagai 7 wanita muda yang mengubah dunia.



Swedia
Tren Anak Muda Jadi Menteri di Berbagai Negara, Jokowi Tertarik Mencoba?Foto: Aida Hadzialic (AFP)


Sedangkan di Swedia, ada menteri muda bernama Aida Hadžialić. Aida diangkat menjadi Menteri Sekolah Menengah Atas, Pendidikan Dewasa dan Pelatihan pada tahun 2014 lalu, saat usianya baru menginjak 27 tahun. Dia merupakan menteri termuda dan muslim pertama yang pernah dimiliki Swedia. Dia juga tercatat sebagai anggota partai Demokrat Sosial Swedia.

Namun, karir cemerlang Aida ini harus terhenti karena pada tahun 13 Agustus 2016 dia mengundurkan diri, usai kepergok menyetir mobil dalam keadaan mabuk.

Austria

Tren Anak Muda Jadi Menteri di Berbagai Negara, Jokowi Tertarik Mencoba?Foto: instagram @sebastiankurz


Lantas, di Austria ada nama Sebastian Kurz yang menjadi menteri termuda di Austria. Dia menjadi menteri Urusan Luar Negeri dan Integrasi pada tahun 2013. Ketika itu usianya baru 27 tahun. Selain itu, dia juga merupakan pemimpin Partai Rakyat Konservatif Austria. Meskipun Kurz drop-out dari Fakultas Hukum Universitas Wina, dia bisa menjadi Kanselir pada tahun 2017 lalu, saat usianya 31 tahun.

Meskipun terhitung masih muda, posisi tawar Kurz dalam kancah politik internasional banyak diperhitungkan oleh sejumlah pengamat. Bahkan pada bulan April lalu, dia sempat bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk membahas hubungan antara Tiongkok dan Austria.

Irlandia

Tren Anak Muda Jadi Menteri di Berbagai Negara, Jokowi Tertarik Mencoba?Foto: Menteri Kesehatan Simon Harris (Reuters/Clodagh Kilcoyne)

Lalu, di Irlandia ada nama Simon Harris. Simon menjabat sebagai Menteri Keuangan Irlandia pada 2014, saat usianya masih 27 tahun. Lantas, pada tahun 2016 ia berpindah pos untuk menjadi Menteri Kesehatan. Diketahui pula, dia merupakan politikus yang berafiliasi dengan Fine Gael yang merupakan partai konservatif liberal dan demokrat kristen di Irlandia. Namun, meskipun usianya masih muda, Simon dianggap sebagai menteri yang total dalam bekerja. Misalnya, dalam bidang kesehatan, dia cukup menaruh perhatian untuk mengadvokasi para penyandang disabilitas di Irlandia.

Lantas, akankah Indonesia juga bakal meniru sejumlah negara tersebut dengan mempercayakan anak muda pada beberapa pos kementerian?


Simak Juga 'Deretan Menteri Muda Malaysia yang Bikin Salah Fokus':

[Gambas:Video 20detik]


(rdp/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed