DetikNews
Senin 13 Mei 2019, 18:47 WIB

Sekjen KONI Sebut Jadi Korban Sistem Kemenpora Terkait Dana Hibah

Faiq Hidayat - detikNews
Sekjen KONI Sebut Jadi Korban Sistem Kemenpora Terkait Dana Hibah Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy saat membacakan nota pembelaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy menyebut telah menjadi korban sistem Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait kasus suap dana hibah. Kemenpora disebut buruk menjalankan sistem pencairan dana hibah untuk KONI.

"Pukulan yang sangat berat bagi saya dan keluarga karena awalnya agar turut mengabdi bagi olahraga harus berakhir tragis akibat bobroknya sistem tata kelola Kemenpora," kata Ending Fuad Hamidy saat membacakan nota pembelaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Senin (13/5/2019).


Hamidy mengatakan sudah berusaha mengubah sistem tata kelola dana hibah dengan membuat satuan kerja (satker). Akibat kasus yang menimpanya, kini sistem tata kelola dibuat Satker KONI.

"Dalam fakta persidangan, Imam Nahrawi (Menpora) baru saja memberikan persetujuan Satker KONI tidak lagi di bawah pengelolaan Kemenpora, walau terlambat tapi paling tidak akan lebih baik, transparan, akuntabel, membawa angin segar bagi prestasi olahraga. Artinya, setelah saya dan Pak Johnny (Bendahara KONI) jadi korban, ada sakter sendiri dan ada hikmahnya ke depan," jelas dia.


Atas perbuatannya, Hamidy mengaku bersalah telah menyuap pejabat Kemenpora terkait proses pencairan dana hibah untuk KONI. Dia pun menyesal melakukan perbuatan tersebut dan memohon maaf kepada semua pihak.

"Mengajukan nota pembelaan berarti bahwa saya seakan-akan belum mengakui kesalahan adanya melakukan tindakan melakukan hukum, yaitu memberikan gratifikasi suap kepada para pejabat Kemenpora terkait dana hibah KONI," jelas dia.


Hamidy sebelumnya dituntut 4 tahun dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan. Ia diyakini jaksa memberikan suap kepada sejumlah pejabat di Kemenpora.

Pejabat Kemenpora yang disuap adalah Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana serta dua staf Kemenpora bernama Adhi Purnomo dan Eko Triyanta. Suap itu ditujukan untuk mempercepat proses pencairan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora.
(fai/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed