Buntut Bom Bali II, Negara-negara Asia Tenggara Siaga

Buntut Bom Bali II, Negara-negara Asia Tenggara Siaga

- detikNews
Selasa, 04 Okt 2005 11:06 WIB
Jakarta - Serangan bom Bali II membuat negara-negara tetangga meningkatkan kewaspadaan. Negara-negara di Asia Tenggara tidak mau tragedi serupa terjadi di tempat-tempat wisata mereka.Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra bahkan menempatkan polisi-polisi berpakaian sipil di kawasan-kawasan yang populer bagi turis. PM Thaksin mengingatkan bahwa para teroris bergerak dan berkeliling di wilayah Asia Tenggara. "Mereka punya koneksi dan link yang erat. Link mereka bisa dari keluarga, teman dan mereka dulunya berasal dari sekolah yang sama," ujar Thaksin seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Selasa (4/10/2005).Langkah siaga juga ditempuh pemerintah Filipina. Sekitar 115 ribu polisi disiagakan penuh di negeri pimpinan Gloria Macapagal Arroyo itu. Pemerintah Filipina juga akan mengintensifkan pengumpulan informasi intelijen guna mencegah terjadinya serangan serupa bom Bali.Adapun Malaysia memperketat pengamanan wilayah perbatasan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah dua militan Malaysia yang diduga terlibat bom Bali, Azahari Husin dan Noordin Mohammad Top, kembali ke negeri jiran itu. Sementara pemerintah Australia mengingatkan bahwa serangan bom mungkin saja akan kembali terjadi di Bali. "Masyarakat jangan berpikir bahwa karena pengeboman itu telah terjadi, maka tidak akan ada lagi pengeboman pada satu tahun atau dua tahun mendatang," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Alexander Downer. "Risikonya selalu ada dan risiko itu signifikan," imbuhnya.Beberapa warga Australia juga menjadi korban tewas dan luka-luka dalam aksi teroris di Jimbaran dan Kuta pada 1 Oktober lalu. Serangan itu terjadi justru di saat Bali sudah mulai pulih akibat tragedi bom pada Oktober 2002 lalu yang menewaskan 202 orang. (ita/)


Berita Terkait