Round-Up

Mother of Satan Tersembunyi di Toko Ponsel Bekasi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Mei 2019 04:31 WIB
Polisi menyita barang bukti dari toko HP di Bekasi. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Polisi mengamankan bom berdaya ledak tinggi jenis triacetone triperoxide (TATP) atau yang dijuluki Mother of Satan di sebuah tokoh ponsel di Bekasi. Bom itu dirakit kelompok teroris JAD Bekasi pimpinan EY alias Rafli.

"Bom-bom yang dirakit JAD Bekasi berbeda dengan bom di Sibolga, Sumatera Utara. Bom yang mereka rakit kekuatannya high explosive. Bahan-bahannya Mother of Satan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Dedi mengatakan tak semua teroris mampu merakit bom dengan bahan peledak TATP. Dedi menyebut perlu keahlian khusus untuk mengolah mother of satan.

"Hanya orang-orang tertentu yang memiliki keahlian, yang bisa merakit bahan bom high explosive," ujar Dedi.

Dedi menerangkan, terdapat 20 bahan dasar bom yang diamankan aparat di toko ponsel Wanky Cell milik Rafli. Bila bahan-bahan tersebut dirakit semua, dapat menghasilkan 10 bom pipa. "Kemampuannya ada di tersangka EY," ucap Dedi.

EY ditangkap di SPBU Pertamina, Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu (8/5). Pemuda 26 tahun ini selain memimpin JAD Bekasi, juga berperan sebagai penyandang dana perakitan bom kelompoknya dan JAD Lampung pimpinan teroris SL.

"Kelompok-kelompok yang belakangan ini kami tangkap adalah kelompok-kelompok terorisme yang terstruktur. Ada amir dan perangkat-perangkatnya. Mereka dibaiat lewat media sosial. Kalau amirnya tertangkap, dia akan dibaiat Oman Abdurrahman," terang Dedi.


Diketahui, dua buah bom ditemukan di toko ponsel 'Wanky Cell' di Jalan KH Muchtar Tabrani, Kota Bekasi. Kedua bom telah dimusnahkan tim Densus 88 Polri.

"Salah satu dari bahan peledak sudah kita disposal ya, sekitar pukul 21.00 WIB kemarin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di lokasi, Kamis (9/5).

Sementara itu, dari proses olah tempat kejadian perkara (TKP) di toko ponsel 'Wanky Cell' tim Labfor Polri menyita sejumlah barang bukti. "Dari Jibom, Labfor, dan dari Inafis sudah olah TKP. Dari jibom, menemukan ada beberapa yang ada kaitannya dengan bom, yakni kabel dan sudah dibawa Jibom," ujar Argo.


Argo mengungkapkan tim Labfor juga mengamankan sejumlah bahan-bahan yang diduga untuk membuat bom. Sejumlah peralatan untuk meracik bom turut diangkut polisi.

"Labfor juga ada tadi bawa serangkaian benda untuk meracik bom, yakni sendok saringan dan alat-alat yang diduga untuk meracik bom. Ya alat-alat yang dikaitkan dengan pembuatan bom sendiri," katanya.



Lihat video Pimpinan JAD Bekasi Dikenal Tertutup oleh Tetangga:

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/tsa)