DetikNews
Kamis 09 Mei 2019, 16:48 WIB

Ini Motif Pecatan TNI di Kendari Culik dan Cabuli 6 Anak Perempuan

Sitti Harlina - detikNews
Ini Motif Pecatan TNI di Kendari Culik dan Cabuli 6 Anak Perempuan Foto: Adrianus saat ditangkap polisi (Sitti Harlina/detikcom).
Kendari - Motif seorang pecatan TNI di Kendari, Adrianus Pattian menculik dan mencabuli 6 orang anak perempuan mulai terungkap. Penyelidikan polisi menunjukkan Adrianus memiliki penyakit kelainan hingga tega melakukan perbuatannya kepada anak-anak.

"Hasil penyidikan yang dilakukan terhadap pelaku, Adrianus ini memiliki penyakit dan memang dia (Adrianus) suka dengan anak-anak, utamanya perempuan," ujar Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaedi di Kendari, Kamis (9/5/2019).

Adrianus merupakan mantan anggota TNI berpangkat Prajurit dua (Prada), yang pernah bertugas di Batalyon Infanteri 725/Woroagi (Yonif 725/WRG) dan telah dipecat dari TNI.

Jemi melanjutkan, meski Adrianus memiliki penyakit kelainan, namun setelah dicek kejiwaannya tidak mengalami gangguan. Polisi pun masih akan terus melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan Adrianus dengan berkoordinasi ke psikiater.

"Kita akan lakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan psikologi untuk kepastiannya," ujarnya.

Hingga saat ini Polda Sultra dan Polres Kendari bekerja sama untuk melakukan pemeriksaan terhadap Adrianus, korban, saksi dan pelapor. Lima laporan yang diterima polisi terkait kasus Adrianus kini sudah naik ke tahap satu.

"Untuk lima LP terkait pencabulan yang dilakukan Adrianus sudah naik tahap satu, berkasnya sudah kita limpahkan ke kejaksaan," ujarnya.


Diketahui, dari enam korban pencabulan oleh Adrianus, hanya lima yang melaporkan kejadian tersebut. Sementara itu polisi akan menjerat Adrianus dengan pasal berlapis.

"Akan kita berlakukan pasal berlapis, dalam Pasal 81 ayat 5 hukuman seberat-beratnya seumur hidup, maksimal 20 tahun atau hukuman kebiri," tutupnya.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed