PP Muhammadiyah: Ungkap Otak Peledakan Bom Bali II!
Senin, 03 Okt 2005 18:17 WIB
Yogyakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta pemerintah mengusut tuntas kasus bom Bali II. Sebab tragedi bom Bali II yang terjadi 1 Oktober 2005 itu merupakan tindakan biadab dan menghancurkan kehidupan.Apa pun motif dan siapa pun pelakunya, tindakan tersebut tidak dibenarkan oleh hukum, moral dan agama. "Tidak ada kaitannya dengan agama dan jangan dikait-kaitkan dengan agama," kata Din Syamsuddin kepada wartawan di kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Di Tiro Yogyakarta, Senin (3/10/2005).Menurut Din, pemerintah saat ini harus mengusut tuntas kasus tersebut. Yang ditangkap, hanya pelaku peledakan, tapi juga otaknya. "Siapa master mind-nya. Itu yang harus dikerjakan dan segera diungkap," katanya.Din justru mempertanyakan mengapa kasus bom Bali itu terulang lagi hingga kedua kalinya. "Bisa jadi intelijen kita lemah. Itu juga aparat kita pertanyakan bagaimana kinerjanya," katanya.Din meminta kepada pihak berwajib segera menangkap pelakunya dan dilakukan tindakan-tindakan hukum yang setimpal. Kepada semua pihak, Dina mengimbau untuk mengembangkan sikap dan cara-cara yang beradab dalam menyelesaikan masalah serta menjauhkan diri dari tindakan yang menghancurkan tatanan kehidupan."Jadi sebagai bagian masyarakat Indonesia, kita mengecam dan mengutuk keras karena tindakan itu benar-benar biadab. Selain itu kita juga menyampaikan bela sungkawa karena ada banyak warga Indonesia yang turut menjadi korban peristiwa itu," demikian Din syamsuddin.
(asy/)











































