DetikNews
Selasa 07 Mei 2019, 17:01 WIB

Menag Pastikan Tambahan 10 Ribu Kuota Haji Tak Ganggu Jadwal Keberangkatan

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Menag Pastikan Tambahan 10 Ribu Kuota Haji Tak Ganggu Jadwal Keberangkatan Menag Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Rahmatia Miralena/detikcom)
Jakarta - Indonesia mendapatkan tambahan 10 ribu kuota haji dari Arab Saudi. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan penambahan kuota tersebut tidak akan mempengaruhi jadwal keberangkatan.

"Tidak, tidak (pengaruh) sama sekali. Jadi alhamdulillah penambahan kuota 10 ribu alhamdulillah sudah bisa kita siapkan segala sesuatunya. Fasilitas yang lazim diberikan kepada setiap jemaah haji Indonesia," kata Lukman di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019).



Lukman menuturkan akomodasi seperti hotel dan transportasi sudah dipersiapkan. Jemaah haji akan mulai diterbangkan tanggal 7 Juli 2019.

"Sudah kita siapkan juga segala keperluan terkait dengan mereka. Tidak menganggu jadwal sama sekali. Jadi jadwal sebagaimana semula. Kloter pertama akan mulai diterbangkan tanggal 7 Juli," ucap Lukman.



Sebelumnya, Indonesia mendapatkan tambahan 10 ribu kuota haji dari Arab Saudi. Lukman menyebut, 25 persen dari jumlah tersebut akan diprioritaskan untuk golongan lanjut usia atau lansia dan 25 persen lainnya untuk pendamping lansia.

"Sebesar 25 persen adalah kuota yang didapat di setiap provinsi, harus diprioritaskan untuk lansia, lalu 25 persen berikutnya untuk pendamping lansia," ujar Lukman dalam acara Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440H/2019M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (23/4/2019) sebagaimana dilansir Antara.


Dengan demikian, tersisa 5.000 kuota tambahan lagi. Jumlah itu akan diperuntukkan bagi mereka yang berada pada antrean masa tunggu di provinsi masing-masing.

Lukman mengatakan, dalam waktu sesegera mungkin, setidaknya satu hingga dua hari ke depan, pihaknya akan segera mengumumkan distribusi pembagian kuota tambahan 10 ribu jemaah tersebut.

"Itu berdasarkan pendekatan proporsionalitas, di mana setiap kuota provinsi itu akan mendapatkan jatah yang sesuai kuota masing-masing," kata Lukman.


(fdu/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed