Ketua Panwascam di Bali Gagal Ginjal dan Hilang Ingatan

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 07 Mei 2019 14:44 WIB
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Denpasar - Ketua Pengawas Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, I Gede Artana (52) mendadak lupa ingatan. Artana didiagnosis menderita gagal ginjal kronis dan saat ini masih terbaring di RSUD Sanjiwani, Gianyar.

"Yang bersangkutan ternyata sedang di HD (Hemodialisis), karena diduga gangguan ginjal diagnosanya sih seperti itu. Sangat memprihatinkan," kata anggota Bawaslu Bali Ketut Rudia ketika ditemui di kantornya, Jl Cok Agung Tresna, Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Selasa (7/5/2019).

Rudia mengaku membesuk Artana pada Senin (6/5) . Dari keterangan rekan-rekannya, diketahui Artana begadang selama tiga hari penuh saat penyelenggaraan Pemilu 2019 berlangsung yaitu pada 17-19 April 2019.

"Infonya ya beliau ini jarang minum air sehingga kondisinya drop, beberapa kali diajak ke puskesmas terakhir ini, terakhir 2 hari yang lalu ngedrop dan dilarikan ke RS Sanjiwani," ujarnya.






Tak hanya mengalami gagal ginjal, Rudia juga keheranan Artana bisa lupa ingatan. Dia juga prihatin Artana terus mengigau tentang pekerjaannya sebagai Panwascam Rendang.

"Begitu ada kesadaran kembali hanya memikirkan plenonya dan menyatakan komitmennya terhadap Pancasila dan NKRI itu yang ada di pikirannya. Itulah yang bisa kita lihat fakta luarnya, dan sebatas itulah yang kita lihat diagnosanya per hari ini," tuturnya.

"Tidak ingat apa-apa matanya mendelik. Kondisinya seperti itu kita berharap mudah-mudahan diberikan kesembuhan," sambungnya.

Rudia menyebut saat ini Artana dirawat keluarga besarnya. Dia pun mendoakan Artana bisa segera diberikan kesembuhan.

"Kami sangat mengapresiasi ini salah stau bentuk komitmen temen-temen di lapangan. Pak Gede Artana menurut rekannya berturut-turut tidak tidur, sudah disarankan untuk istrirahat, karena sebagai ketua dia mengawal rekap pleno di kecamatan," tuturnya.





Saat ini Bawaslu Bali tengah merekap data petugas yang jatuh sakit atau meninggal usai bertugas saat Pemilu 2019. Selain Artana ada juga satu petugas yang patah tulang karena kecelakaan saat bertugas.

"Kalau yang meninggal sudah tidak ada persoalan, karena Panwas Karangasem ada dua, sekarang patah tulang yang sudah lama baru dilaporkan, tapi kejadian saat bertugas. Makanya dia kemana-mana didampingi istrinya karena tangannya disangga dan tidak bisa bergerak. Kemudian terakhir ketua Panwas Kecamatan Rendang ini. Saya nggak tahu besarannya berapa, tapi saya berharap mereka diperhatikan," ujarnya.

Terpisah, Direktur RS Sanjiwani dr Ida Komang Upeksa mengatakan Artana didiagnosa gagal ginjal kronis. Selain itu, penyebab lupa ingatan karena mengalami hiperkalemia dan ensefalopati atau keracunan gula darah.

"Gagal ginjal kronis stadium V, itu memang sudah lama. Lalu ada hiperkalemia akibat keracunan darah akibat gangguan fungsi ginjalnya. (Hilang ingatan karena) Kesehatannya menurun dulu, memang kalau pasien gagal ginjal ada hiperkalemi dan ensefalopati meracun darahnya sampai ke otak karena dia gulanya tinggi dia," jelas Upeksa.

Saat ini kondisi Artana sudah membaik. Hanya saja diminta untuk rutin cuci darah atau hemodialisa.

"Sudah dilakukan hemodialisa sekarang sudah membaik, cuma makan minum masih pakai suntik. Setelah cuci darah sudah baik,sekarang sudah duduk membaik," kata Upeksa. (ams/fdn)