DetikNews
2019/05/06 20:30:31 WIB

Round-Up

Manuver Kejutan Demokrat Setelah Jokowi-AHY Bertemu

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Manuver Kejutan Demokrat Setelah Jokowi-AHY Bertemu AHY bertemu dengan Jokowi. (Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta - Setelah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Partai Demokrat semakin intens bermanuver. Berikut ini manuver-manuver politik Demokrat setelah AHY bertemu dengan Jokowi.

AHY, yang merupakan Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/5/2019). Pertemuan itu diikuti kontroversi perihal posisi Partai Demokrat.

Posisi Demokrat sebagai anggota koalisi pro-Prabowo-Sandiaga memantik kontroversi ini. Bagaimana mungkin putra Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melangkah memenuhi undangan Jokowi di suasana pasca-pemungutan suara? Partai Demokrat dinyatakan tetap berada di koalisi pro-Prabowo-Sandi. Namun manuver politikusnya selalu mengejutkan!

Menilai Prabowo ngambek

Barangkali memang tak ada hubungannya, tapi barangkali juga ada. Yang jelas, sehari setelah AHY bertemu dengan Jokowi, Prabowo batal menjenguk Ibu AHY, Ani Yudhoyono, yang dirawat di National University Hospital (NUH). Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik menilai Prabowo tak jadi menjenguk Ani karena ngambek.



Rachland mengaitkan pertemuan AHY dengan Jokowi pada Kamis (2/5). Dia mengutarakan penilaiannya sembari menegaskan Demokrat tak akan meninggalkan Koalisi Indonesia Adil Makmur, koalisi pendukung Prabowo. Rachland meminta Prabowo tak berburuk sangka terhadap pertemuan AHY-Jokowi.

"Lucu juga. Bilang Demokrat tak diinginkan, tapi marah-marah saat Demokrat dinilai tak memenuhi keinginannya. Katanya pro politik akal sehat? Ayo dong jangan ngambekan," tulis Rachland di akun Twitter-nya, Sabtu (4/5/2019).

Tentu saja kubu Prabowo membantahnya. Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, membantah anggapan bahwa Prabowo tak jadi menjenguk Ani Yudhoyono karena ngambek, melainkan lantaran padatnya jadwal silaturahmi ke beberapa daerah di Sumatera.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed