DetikNews
Senin 06 Mei 2019, 15:15 WIB

Soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, NasDem Bela Mendag Enggar

Elza Astari Retaduari - detikNews
Soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, NasDem Bela Mendag Enggar Foto: Enggartiasto Lukita. (Lamhot Aritonang/detikcom).
Jakarta - Isu reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK (Jusuf Kalla) ramai dibicarakan setelah adanya sejumlah menteri yang berurusan dengan KPK. NasDem pun membela kadernya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, salah satu menteri yang terseret dalam proses hukum lembaga anti-rasuah itu.

"Kalaupun ada reshuffle tidak saja soal ganti-mengganti, bisa juga geser-menggeser. Itu kewenangan Pak Jokowi-JK," ujar Sekjen NasDem Johnny G Plate kepada wartawan, Senin (6/5/2019).

Menurut Johnny, partainya tidak mempersoalkan mengenai jatah kursi menteri di kabinet. NasDem menyatakan yang terpenting adalah mengawal kebijakan Jokowi-JK hingga akhir periode nanti.

"Ini kan menteri cuma 30-an, kalau tokoh-tokoh NasDem, jangankan cuma 30, mau berapa juga ada. Kader terbaik kami banyak. Tapi kami nggak bangun logika itu. Jadi bukan soal orang-orang. Diganti atau tak diganti kami aman, karena kebijakan kami untuk mengawal kabinetnya," kata Johnny.


"Kalau kader-kader kami masuk kabinet, mereka diwakafkan, tugas sepenuhnya di situ. Kader kami semua tidak caleg lho. Harus bantu presiden sampai akhir masa tugasnya. Baik akhir periode atau harus diganti," sambungnya.

Johnny kemudian berbicara mengenai kadernya yang harus berani mengambil keputusan saat sudah berkomitmen membantu Jokowi. Ia menyebut kadernya mendapat perlawanan saat tengah bekerja untuk kebaikan rakyat.

"Ada beberapa kementerian kader-kader kami, Untuk bantu Presiden harus berani ambil keputusan. Kalau berani ambil keputusan harus berani terima konsekuensinya. Apalagi keputusan-keputusan yang berhubungan dengan ekonomi. Apalagi yang ada kelompok-kelompok kepentingannya. Apapun keputusan yang diambil akan dilemahkan," ucap Johnny.

Dia kemudian membahas mengenai kebijakan rafinasi impor gula yang dikeluarkan Mendag Enggar. Rafinasi gula itu, kata Johnny, kebijakan yang kemudian berimbas pada Enggar kini.

"Selama ini orang impor, dapat konsensi-konsensi, begitu diatur, ditegakkan pasti dilawan dengan kejam. Macam-macam itu, dibilang korupsi lah. Gula kita kan harus impor, begitu diatur impornya, yang marah yang ada di situ. Penataan impor dan lain-lain, ada yang nggak nyaman, ini yang dialami Enggar," tuturnya.

Soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, NasDem Bela Mendag EnggarFoto: Johnny G Plate. (Tsarina/detikcom).

"Selama ini dia operasi gudang, beras, gula, garam. Pada saat itu dilakukan dirasa berlebihan. Kalau sampai itu kejadian, para menteri yang bekerja untuk melindungi negara bisa saja berhadapan dengan kekuatan-kekuatan luar biasa ini. Ini yang kemudian membuat akrobatik isu masyarakat," imbuh Johnny.

Anggota Komisi XI DPR ini mengklaim ada beberapa dampak yang harus diterima para menteri akibat kebijakan yang tidak populis bagi kelompok kepentingan tertentu. Johnny menilai, itu yang tengah dialami Enggar saat ini.

"Pemerintah, menterinya dituduh korupsi lah. Dibuat analisa publik seolah-olah neraca pangan kita tidak bener oleh kelompok kepentingan yang dapat manfaat dan sekarang dirugikan baik di bidang ekonomi perdagangan, dan distribusi. Ada yang menteri diadu, dibilang korupsi, dibilang ambil bagian dari kebijakan," urainya.

NasDem pun meyakini menteri-menterinya sudah melakukan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat. Para menteri NasDem diyakini tak akan takut dengan konsekuensi yang harus dihadapi dari kebijakan yang diambilnya.

"Pak presiden kan membutuhkan yang mau melawan itu. Kalau masyarakat dirugikan, direshuffle lah dia itu. Tapi ini ada yang lebih besar, ini soal kebijakan negara. Dan ini tidak bisa dilihat kasat mata dan tidak gampang langsung disentuh," beber Johnny.


"Kader NasDem tidak takut, tetap maju. Itulah nasib para menteri yang berpihak untuk negara, termasuk yang diatur impornya. Kalau nggak diatur harga di dalam negeri kayak apa. Jadi menteri nggak gampang. Kalau mau gampang buat senang aja mereka. Kalau mau bantu rakyat harus melawan, tapi ini risikonya. Semakin berat keputusan, semakin besar risikonya," tambah dia.

Mendag Enggar ikut terseret dalam kasus suap yang menjerat anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. KPK menggeledah ruang kerja dan kediaman Enggar. Salah satu dokumen yang disita dari ruang kerja Enggar terkait dengan perdagangan gula. NasDem memastikan tak akan mencampuri urusan hukum.

"Kalau masalah hukum itu domain KPK, saya tidak komentar. Tidak boleh dicampuri," tegas Johnny.

Selain Enggar, menteri Kabinet Kerja lain yang terseret proses hukum KPK adalah Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Isu reshuffle juga pernah dibicarakan Jokowi.

"Perombakan kabinet ya Presiden sudah mengatakan bisa iya bisa tidak, kita lihat kepentingannya. Intinya kita semuanya berharap jangan sampai terjadi karena waktu kerja kita kan beberapa bulan. Tetapi sekali lagi kalau sudah persoalan hukum, Presiden selalu tidak mau intervensi tentang itu. Tergantung dari berprosesnya, apa yang terjadi sekarang ini," ungkap Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.



Isu Reshuffle, Ini 4 Menteri Jokowi yang Sempat Terjamah KPK:

[Gambas:Video 20detik]


(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed