DetikNews
Sabtu 04 Mei 2019, 23:48 WIB

Polri Tepis Isu Menteri, Pastikan Tito Karnavian Fokus Tugas Kapolri

Audrey Santoso - detikNews
Polri Tepis Isu Menteri, Pastikan Tito Karnavian Fokus Tugas Kapolri Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melontarkan isu Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan ditarik ke dalam kabinet menteri, setelah Joko Widodo dan Ma'ruf Amin diumumkan secara resmi sebagai pemenang Pilpres 2019. Polri memastikan Tito tengah fokus dalam tugasnya menjadi Kapolri. Tak ada pikiran lain di luar tugas itu.

"Kapolri saat ini fokus mengerjakan tugas-tugas kepolisian dengan sebaik-baiknya. Tidak ada fokus lain selain memimpin dan mengembangkan institusi Polri dan menanamkan jiwa promoter pada diri seluruh anggota Polri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengenai analisis yang dilemparkan Neta, Sabtu (4/5/2019).

Iqbal mengungkapkan beredar juga isu Tito berpotensi menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam). Menanggapi isu itu, Iqbal menyampaikan pandangan Tito bahwa kursi Menko Polhukam paling cocok diisi oleh tokoh senior dari TNI.


"Adapun di beberapa media online muncul isu yang mengaitkan Pak Kapolri dengan jabatan Menko Polhukam, Pak Kapolri mengatakan posisi itu paling pas diisi oleh tokoh dari kalangan TNI," sambung mantan Wakapolda Jawa Timur ini.

Adapun Tito menyatakan jabatan Kapolri merupakan amanah. Penghargaan tertinggi baginya datang dari Allah SWT.

"Prinsip saya dari dulu sudah saya sampaikan tidak ingin menjadi kapolri sampai dengan pensiun 2022 karena ingin memberikan jalan bagi Pati yang lain untuk jadi kapolri. Dan saya tidak mengharapkan reward apapun karena jabatan kapolri adalah amanah yang memang saya harus tunaikan kewajiban sesuai tugas yang diatur dalam UU," tutur Tito melalui pernyataan yang disampaikan Iqbal.

"Reward tertinggi adalah pahala dari Allah SWT karena menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Bukan reward dari manusia," sambungnya.

Isu yang dilemparkan Neta ini jadi perbincangan di media sosial, berawal dari artikel di salah satu situs. Saat dimintai konfirmasi terpisah mengenai isu yang dilemparkannya ini, Neta menyatakan informasi yang didapatkannya valid. Namun berbeda dengan narasi yang disampaikannya sebelumnya yang menyebut 'Menko Polhukam', Neta kini tak menyebut apa posisi menteri yang disebutnya bisa diberikan kepada Tito.

"Saya menilai, prestasi Polri dalam mengamankan Indonesia, terutama ibu kota Jakarta, saat proses pilpres maupun saat pelaksanaan pilpres sangat luar biasa. Situasi aman dan sangat kondusif, padahal situasi politik sangat panas, masyarakat terbelah antara pendukung 01 dan 02. Perang di medsos sudah seperti perang Bharatayudha," kata Neta.


Neta menuturkan Polri telah mengendalikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat secara profesional, proporsional dan independen lewat strategi pendekatan yang diterapkan Tito. Karena itu, menurut Neta, Tito dianggap layak diapresiasi dan diberi penghargaan yaitu jabatan menteri.

"Sebab itu prestasi Polri dan prestasi Tito ini patut diapresiasi, siapapun presiden yang akan terpilih. Dari kubu 01 saya mendapat informasi A1 bahwa sebagai penghargaan atas keberhasilan Polri itu, jika Jokowi terpilih kembali sebagai presiden, Jokowi akan mempercayakan jabatan menteri kepada Tito. Menteri apa, saya belum dapat info," ucap Neta.

Tito menjadi menteri, lanjut Neta, bukanlah hal yang mustahil mengingat mantan Wakapolri Komjen Purnawirawan Syafruddin juga diberi kursi Menteri PAN RB.


"Info A1 ini saya yakini karena Wakapolri Syafruddin yang berhasil mensukseskan Asian Games saja diminta Jokowi menjadi Menpan RB. Tentunya prestasi membuat pilpres aman dan kondusif nilainya lebih tinggi dari Asian Games," ujar Neta.
(aud/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed