DetikNews
Sabtu 04 Mei 2019, 09:41 WIB

Soal Reshuffle, Ngabalin: Presiden Selalu Sampaikan Tunggu KPU

Danu Damarjati - detikNews
Soal Reshuffle, Ngabalin: Presiden Selalu Sampaikan Tunggu KPU Ali Mochtar Ngabalin (Moehammad Bakrie/detikcom)
Jakarta - Belakangan, isu kocok ulang (reshuffle) kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) menguat. Soal isu reshuffle ini, Ali Mochtar Ngabalin menyebut kepastiannya akan lebih tampak setelah pengumuman resmi KPU tentang Pemilu 2019. Apa hubungan reshuffle dengan pengumuman KPU?

"Kita juga harus menghormati tanggal penetapan yang dilakukan KPU dalam menetapkan pemenang Pemilu 2019. Insyaallah, kita tunggu 22 Mei 2019, Presiden akan segera melakukan langkah yang tepat," kata Staf Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) ini kepada wartawan, Sabtu (4/5/2019).



Ali tak menyebut detail kaitan pengumuman soal reshuffle kabinet dengan pengumuman hasil rekapitulasi KPU pada 22 Mei nanti. Ali berkata demikian karena Jokowi sering menyebut demikian.

"Karena berkali-kali Pak Presiden menyampaikan agar kita semua menunggu proses KPU," kata Ali.

Yang jelas, kata dia, reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden. Jokowi selalu mengambil jalan yang paling baik untuk ditempuh. Sebab, urusan kabinet berkaitan dengan kelancaran kinerja pemerintahan. Maka jalan paling baik adalah yang mendukung kelancaran kerja itu.



"Pasti itu terjadi. Tapi kapan waktunya, tentu Pak Presiden-lah yang sangat tahu dan memiliki kewenangan," kata Ngabalin.

Wacana perombakan kabinet mencuat setelah sejumlah menteri terlibat dalam proses hukum di KPK, baik dipanggil menjadi saksi maupun digeledah kantor dan rumahnya. Setidaknya ada tiga menteri yang saat ini berkaitan dengan proses hukum yang sedang berlangsung di KPK. Mereka ialah Mendag Enggartiasto Lukita, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut Presiden Jokowi sudah pernah berbicara soal kemungkinan dilakukannya perombakan kabinet. Mengutip Jokowi, Moeldoko menyebut reshuffle kemungkinan bisa dilakukan tergantung kondisi.



"Perombakan kabinet ya Presiden sudah mengatakan bisa iya bisa tidak, kita lihat kepentingannya. Intinya, kita semuanya berharap jangan sampai terjadi karena waktu kerja kita kan beberapa bulan. Tetapi sekali lagi kalau sudah persoalan hukum, Presiden selalu tidak mau intervensi tentang itu. Tergantung dari berprosesnya, apa yang terjadi sekarang ini," ujar Moeldoko di gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Kamis (2/5).


Simak Juga 'Isu Reshuffle, Ini 4 Menteri Jokowi yang Sempat Terjamah KPK':

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed