DetikNews
Jumat 03 Mei 2019, 18:36 WIB

Imigrasi Gandeng KBRI Dhaka Periksa Turis Nepal yang Dimintai Duit

Aditya Mardiastuti - detikNews
Imigrasi Gandeng KBRI Dhaka Periksa Turis Nepal yang Dimintai Duit ilustrasi (Foto: Ari Saputra)
Denpasar - Pihak Imigrasi Bali menggandeng Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Dhaka, Bangladesh untuk memeriksa para turis yang mengaku dimintai duit petugas. Pemeriksaan ini untuk memperdalam keterangan soal permintaan duit maupun pemukulan.

"Sudah lakukan BAP, sementara kedutaan kita di Bangladesh lagi konfirmasi dengan yang bersangkutan jadi tunggu. Di sana nggak kita panggil karena keberadaannya nggak di Indonesia," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Amran Aris ketika dimintai konfirmasi, Jumat (3/5/2019).

Amran menuturkan KBRI di Dhaka bakal mengundang para turis yang mengaku sebagai korban untuk diminta menceritakan kronologis kejadian. Sehingga diharapkan keterangan yang digali bisa berimbang.



"Iya pihak pengadu, kan katanya dipukul, itu yang kita resahkan pengakuannya. Tidaklah mungkin ada yang berani mukul, sekarang kan kalau mukul jangankan pejabat orang biasa pun kalau dipukul duluan pasti, itu yang kita perdalam ada visumnya," tuturnya.

"Di sana yang akan sebagai perpanjangan tangan kita kan ada pemerintah KBRI kita di Bangladesh yang berhubungan dengan yang bersangkutan," sambung Amran.

Amran menambahkan para petugas yang bertugas saat peristiwa itu terjadi sudah dinonaktifkan untuk mempermudah penyelidikan. Pemeriksaan anggotanya pun sudah selesai dan tinggal mencocokkan dengan keterangan para turis asal Nepal tersebut.



"(Petugas Imigrasi) Sudah divakumkan dulu biar konsentrasi BAP dulu. Kalau di sana sudah memanggil sekali, tapi lewat by phone. Tapi ini dipanggil untuk di BAP atau apapun tim di sana. Nanti setelah dari sana kita kita klopkan, cocok baru kita rilis. Karena lokasi dan jaraknya jauh, dan mereka harus dikonfirmasi kedua belah pihak," jelas Amran.

Sebelumnya diberitakan, agen travel asal Nepal, Samsara Holidays Pvt, Ltd mengeluhkan kelakuan oknum petuas imigrasi yang diduga melakukan 'pemalakan'. Para turis asal Nepal itu mendarat di Bali Jumat (12/4) pukul 12.20 Wita.

Saat mengantre di counter Imigrasi salah seorang petugas mendatangi dan meminta paspor 10 orang dari rombongan turis tersebut.

"Seorang petugas imigrasi (berseragam) mendatangi 10 pelanggan kami yang sedang mengantre. Dia mengumpulkan semua paspor dan memanggil mereka ke sebuah ruangan sambil meminta uang USD 200 per orang, tapi ditolak oleh pelanggan kami. Ketika mereka berdebat dan minta penjelasan mengapa harus membayar, petugas itu memukuli pelanggan kami yang mengakibatkan 2 orang terluka," urai Samsara Holidays Pvt, Ltd di Bali Ketut Wiyasa saat dimintai konfirmasi.
(ams/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed