DetikNews
Jumat 03 Mei 2019, 17:08 WIB

Bangun SDM Unggul, Ini 3 Langkah Mendikbud

Nabilla Putri - detikNews
Bangun SDM Unggul, Ini 3 Langkah Mendikbud Foto: Kemendikbud
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan kegiatan Pekan Pendidikan Nasional di 34 provinsi seluruh Indonesia dengan mengusung tema 'Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan'. Hal tersebut sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019.

Puncak acara peringatan Hardiknas dilakukan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang merupakan tempat kelahiran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, yang membuka perhelatan tersebut dengan melakukan jemparingan, yaitu posisi memanah sambil duduk bersila ala Yogyakarta, menyampaikan bahwa mulai tahun 2019, pemerintah memfokuskan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Pemerintah mulai tahun ini akan mengalihkan perhatian secara bertahap dari pembangunan infrastruktur menuju pembangunan sumber daya manusia. Kalau kita pahami, apa yang disampaikan Ki Hajar Dewantara, maka salah satu tugas kita adalah membuat bibit itu tumbuh, kemudian menjadi pohon yang matang, yang dewasa. Jadi sebenarnya, pendidikan pada dasarnya adalah membangun manusia. Kalau kita membangun dari prasarana, itu karena prasarana adalah prasyarat untuk membuat manusia agar bisa tumbuh dan berkembang seperti yang diharapkan," ujar Muhadjir dalam keterangan tertulis, Jumat (3/5/2019).


Muhadjir mengatakan ada 3 peta jalan yang akan dilakukan Kemendikbud dalam membangun SDM yang unggul. "Merespons arahan dari Bapak Presiden yaitu mengarahkan ke pembangunan SDM, maka Kemendikbud mulai merevitalisasi proses pendidikan anak usia dini (PAUD), membangun karakter terutama pada jenjang pendidikan dasar, serta menyiapkan generasi yang memiliki kecakapan dan keterampilan yang baik agar mereka bisa mandiri dan tidak tergantung pada pihak lain, sehingga kita mempunyai generasi muda produktif dan bisa memberikan sumbangsih untuk bangsa dan negara ini agar bisa menjadi negara besar dan maju," ungkap Muhadjir.


Muhadjir menambahkan, meskipun merupakan domain di luar Kemendikbud, pendidikan prenatal dan postnatal sangat penting. Pendidikan prenatal yaitu pendidikan sejak anak masih berada di dalam kandungan sampai 2 tahun setelah anak lahir, yakni ketika anak harus mendapatkan asupan air susu ibu (ASI).

"Dan hal inilah yang belum tersentuh dengan baik. Padahal seribu hari awal kehidupan bayi inilah yang akan menentukan bagaimana bayi itu akan tumbuh dan berkembang selanjutnya. Kita mengalami masalah akibat keteledoran kita menangani usia prenatal dan postnatal ini, misalnya masalah stunting atau cebol. Cebol jangan dipahami fisiknya yang pendek, melainkan otaknya terutama. Saya yakin pendidikan prenatal dan postnatal ini harus kita tanamkan dengan baik kalau kita ingin menyiapkan bibit yang baik dan unggul," terang Mendikbud.

Ditemui usai melakukan ziarah ke makam Ki Hajar Dewantara, di Taman Wijayabrata, Muhadjir menyampaikan bahwa Ki Hajar Dewantara merupakan pendiri dari Perguruan Taman Siswa tetapi ajaran dan pandangan-pandangan filosofis Beliau yang berkaitan dengan pendidikan nasional, sekarang sudah menjadi milik bangsa Indonesia.

"Semua lembaga pendidikan sebetulnya memiliki akar dan pertalian dengan Ki Hajar Dewantara, terutama lembaga-lembaga pendidikan yang berusia tua, yang pendirinya juga kira-kira seusia dan segenerasi dengan Beliau, dulunya juga saling berkomunikasi dan berdiskusi, membicarakan tentang visi pendidikan Indonesia setelah merdeka," terang Muhadjir.

Pada kesempatan itu, Muhadjir juga menyampaikan pesan kepada anak-anak Indonesia bahwa pendidikan adalah taman.

"Taman itu mengasyikkan, menggembirakan, tidak ada stres, itu yang penting. Kita bikin pendidikan yang betul-betul sesuai dengan filosofi ajaran Ki Hajar Dewantara. Oleh karena itu, Beliau tidak menyebutnya 'sekolah' melainkan 'taman'," pungkas Muhadjir.

selain itu, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas yang mewakili Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X, dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya Pekan Pendidikan tersebut bisa mewarnai Yogyakarta sebagai kota pendidikan.

"Inilah mungkin yang perlu mendapat perhatian karena dari pekan pendidikan ini kita memberikan ruang bagi siswa Yogyakarta untuk mengapresiasi seni dan budaya dalam rangka melestarikan budaya bangsa dan kearifan lokal," ungkap Hemas.

Hemas melanjutkan, Yogyakarta selain sebagai tempat kelahiran Ki Hajar Dewantara juga dikenal sebagai kota pelajar, tempat pembangunan karakter bangsa dimulai.

"Seperti kita ketahui bahwa elemen pendidikan mulai dari sekolah, masyarakat, serta keluarga juga mendukung anak-anak untuk berkreasi, berbudaya, dan berwawasan global. Kegiatan pekan pendidikan ini tentu mendorong pencapaian Deklarasi Pendopo yang telah dideklarasikan di Pendopo Agung Taman Siswa tanggal 2 Mei 2018. Deklarasi ini merupakan suatu konsep pendidikan yang mengembalikan kodrat sang anak di dunianya yaitu dunia bermain. Segala sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan anak harus seperti permainan suasananya," pungkas Hemas.

Hermas mengatakan dengan suasana seperti itu tercipta atmosfer menyenangkan, seperti dalam sebuah taman, dan tidak hanya di ruang-ruang kelas melainkan juga di ruang-ruang keluarga, ruang-ruang publik, persis seperti dalam konsep Trisentra Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Deklarasi ini juga menekankan mengenai pentingnya kearifan lokal terutama paduan antara pelajaran dengan permainan dolanan anak lokal yang menjaga watak asli anak sesuai keluhuran budaya bangsa sendiri.

Pekan Pendidikan Provinsi DIY 2019 diselenggarakan oleh 11 unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud di Yogyakarta, yang didukung oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi DI Yogyakarta beserta dinas pendidikan kabupaten/kota di wilayah DI Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 1 hingga 4 Mei 2019. Perayaan Hardiknas yang bertajuk 'Pekan Pendidikan Yogyakarta 2019' merupakan kali kedua diadakan di DI Yogyakarta.

Beberapa kegiatan yang diselenggarakan pada Pekan Pendidikan Yogyakarta, di antaranya pameran pendidikan, bazar buku, ngobrol publik, pemutaran film pendidikan dan bioskop keliling, gelar seni budaya, lokakarya, olahraga bersama, serta upacara peringatan Hardiknas yang dilanjutkan dengan ziarah ke makam Ki Hajar Dewantara, di Taman Wijayabrata, Yogyakarta.
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed