DetikNews
Jumat 03 Mei 2019, 11:33 WIB

Melihat Rawannya Perlintasan Bulak Kapal Bekasi Tanpa Palang Pintu

Isal Mawardi - detikNews
Melihat Rawannya Perlintasan Bulak Kapal Bekasi Tanpa Palang Pintu Foto: Perlintasan Bulak Kapal di Bekasi (Isal Mawardi/detikcom
Bekasi - Perlintasan kereta Bulak Kapal menjadi salah satu perlintasan yang rawan kecelakaan di Kota Bekasi. Hal itu dikarenakan tidak adanya palang pintu kereta.

Perlintasan Bulak Kapal berada di Jalan Pahlawan, Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Lokasinya persis di samping Taman Makam Pahlawan Kota Bekasi.

Pantauan detikcom, memang tidak ada palang pintu di perlintasan Bulak Kapal. Namun, tampak seorang pria, yang biasa disebut Pak Ogah, yang berjaga dan mengatur lalu lintas di tengah perlintasan kereta selebar sekitar 7 meter itu. Tampak kendaraan lalu lalang melintasi perlintasan yang tak memiliki palang pintu itu.



Lalu bagaimana para pengendara mengetahui kereta akan melintas?

Pak Ogah dengan sigap akan memberikan sinyal pada para pengendara. Pria yang sukarela menjaga perlintasan kereta tak berpalang itu akan berteriak dan melambaikan tangan untuk menyetop pengendara yang melintas. Mengingat, tak ada bel penanda kereta melintas.

Seorang warga sekitar, Wargub, mengatakan kehadiran Pak Ogah tetap tidak mengurangi tingkat kerawanan kecelakaan di perlintasan Bulak Kapal. Sebab, kata Wargub, warga masih kerap memaksakan diri untuk melintasi perlintasan meski Pak Ogah telah memberikan sinyal.

"Ada petugas sih, cuma dengan petugas yang stop (pengendara) gitu ada orang yang masih maksa (lewat). Itukan yang kecelakaan itu kan yang masih maksa-maksa (melintas)," ujar Wargub kepada detikcom, Jumat (3/5/2019).

Rambu Keselamatan di Perlintasan Bulak Kapal Bekasi DipasangRambu Keselamatan di Perlintasan Bulak Kapal Bekasi (Foto: Isal Mawardi/detikcom)


Wargub berharap akan ada solusi pasti dari PT Kereta Api Indonesia. Yakni, dibangunnya palang pintu kereta api demi keselamatan pengendara yang melintas.

"Solusi dari saya nggak usah palang (besi) buat aja dari bambu gitu sederhana jadi petugas, atau pak ogah di sini itu (jika kereta melintas) tinggal menurunkan bambu aja gitu," katanya.

Hal senada juga disampaikan Perwakilan Komunitas Pecinta Kereta Edan Sepur, Reva. Dia berharap KAI segera mengevaluasi perlintasan sebidang yang kerap memakan korban itu.

"Bulak kapal ini masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang menerobos, melawan arus, jadi ke depannya bisa dievaluasi lagi," ujar Reva.



Sementara, Direktur Jenderal Keselamatan Perkeretaapian Kemenhub, Edi Nursalam membenarkan bahwa perlintasan Bulak Kapal merupakan perlintasan paling rawan di Kota Bekasi. Sebab, perlintasan itu kerap dilewati kendaraan.

Karena itu, Kemenhub berkolaborasi telah bersama Pemkot Bekasi dan Polres Bekasi Kota untuk meminimalisasi kecelakaan di perlintasan Bulak Kapal. Kemenhub memasang 10 rambu di sekitar perlintasan Bulak Kapal guna menekan angka kecelakaan.

"Kebetulan titik di Jalan Pahlawan yang paling rawan di Kota Bekasi. Sangat ramai (pengendara) dan progresifitas kereta api cukup tinggi dan kecepatan kereta api cukup tinggi, tingkat rawannya cukup tinggi," ujar Edi.


(mae/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed