Jawaban KPU soal Ijtimak Ulama III Minta Jokowi Didiskualifikasi

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 02 Mei 2019 14:38 WIB
Komisioner KPU Wahyu Setiawan (Ari Saputra/detikcom)
Komisioner KPU Wahyu Setiawan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Salah satu hasil yang dikeluarkan Ijtimak Ulama III adalah mendesak Bawaslu-KPU mendiskualifikasi pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Apa tanggapan KPU?

"Kita tentu menghormati tetapi tentu kita juga harus menghormati hukum yang berlaku, ada penyelenggara pemilu, yaitu Bawaslu, yang memang diberi kewenangan oleh UU untuk memproses dugaan pelanggaran," ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).




Wahyu mengatakan Bawaslu nantinya akan menindaklanjuti laporan siapa pun yang merasa ada dugaan kecurangan. Proses yang diambil, disebut Wahyu, tentu harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sehingga kepada siapa pun yang menemukan adanya dugaan-dugaan pelanggaran pemilu 2019, dipersilakan untuk melaporkan kepada Bawaslu, insyaallah Bawaslu akan menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Wahyu.

Berkaitan dengan Ijtimak Ulama III sendiri, Wahyu menyebut KPU menghormatinya sebagai pendapat publik terhadap Pemilu 2019. Namun, sekali lagi, Wahyu menyampaikan dugaan pelanggaran apa pun dalam pemilu harus melalui mekanisme yang telah diatur undang-undang.




"Ya KPU tentu menghormati Ijtimak Ulama yang ketiga, siapa pun yang berpandangan terkait dengan pemilu 2019 kita hormati. Apalagi apabila kelompok-kelompok masyarakat menyuarakan, agar pemilu itu berlangsung dengan jujur dan adil tanpa kecurangan," kata Wahyu.

Usulan ini sebelumnya menjadi salah satu dari lima rekomendasi yang disampaikan dalam kesimpulan Ijtimak Ulama III. Salah satu usulan itu adalah mendesak KPU dan Bawaslu memutuskan, membatalkan, atau mendiskualifikasi pasangan capres-cawapres 01. (dwia/dhn)