Refleksi Hardiknas, Mendikbud Bicara Pencegahan Radikalisme di Sekolah

Robi Setiawan - detikNews
Kamis, 02 Mei 2019 14:22 WIB
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Jakarta - Isu radikalisme atau terorisme selalu berkaitan dengan ruang lingkup sekolah maupun kampus sebagai tempat belajar banyak hal. Dalam momen Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari ini, Kamis (2/5/2019) bagaimana pemerintah menyikapi isu-isu tersebut?

Ditemui usai menjadi pembina upacara peringatan Hardiknas, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan isu tersebut belumlah seutuhnya mereda. Oleh karenanya pihaknya terus melakukan berbagai upaya pencegahan.

"Pemerintah khususnya Kemendikbud bersama dengan Kementerian Agama, karena memang domain pendidikan kita ada sekolah dan madrasah, terus sistem kita, cara-cara kita mengatasi agar jangan sampai praktek tidak baik, terutama pemikiran dan paham yang berbahaya yang ancam ideologi nasional itu, bisa diatasi," kata Muhadjir di Kantor Pusat Kemendikbud, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Ia pun menyebut, dalam upaya mengatasi maupun mencegah penyebaran paham-paham yang dianggap berbahaya itu, Kemendikbud tidak dapat bekerja sendiri, melainkan butuh dukungan dari banyak pihak.


"Ini perlu kerja keras, tidak bisa hanya dibebankan pada Kemendikbud, tetapi harus meningkatkan peran masyarakat luas, dan selalu saling pantau, memberi informasi, sehingga kalau ada gejala bisa langsung dicegah dan diatasi," katanya.

Muhadjir pun mengatakan dari adanya isu tersebut, jika melihat dari jumlah siswa maupun tenaga pendidik, isu atau kasus tersebut tidaklah terlalu signifikan.

"Kita punya 46 juta siswa. Kalau ditambah PAUD kita ada 53 juta. Kemudian jumlah satuan pendidikannya di atas 220 ribu, jumlah guru 3 juta 17 ribu," ujarnya.

"Memang ini urusan yang sangat besar, tidak kecil, sehingga kalau ada kasus-kasus satu dua itu mohon dipahami sebagai suatu hal yang holistis dan penyelesaiannya harus per kasus, bukan karena suatu persoalan sistem," pungkasnya.

(idr/idr)