detikNews
Kamis 02 Mei 2019, 08:34 WIB

BPN soal Usulan Ulama Sowan ke Ma'ruf: Untuk Menyerukan Pemilu Jurdil

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
BPN soal Usulan Ulama Sowan ke Maruf: Untuk Menyerukan Pemilu Jurdil Foto: Azizah/detikcom
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendukung usulan Ustaz Haikal Hassan agar para tokoh dan ulama yang hadir di Ijtimak Ulama III sowan ke cawapres Ma'ruf Amin. BPN menilai usulan tersebut bagus untuk menyerukan pemilu yang jujur dan adil (jurdil).

"Terkait usulan Ustaz Haikal untuk sowan ke Kiai Ma'ruf saya kira bagus, itu kan bagian daripada silaturahmi sesama ulama untuk menyerukan pentingnya pemilu yang berkualitas yang jujur dan adil. Juga minta bahwa Pak Ma'ruf Amin terlibat aktif untuk sama-sama memperbaiki pemilu ini dan sama-sama mencari di mana ketidakadilan di negeri ini," kata juru debat BPN Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Rabu (1/5/2019) malam.

Riza mengatakan kedua ulama dari pihak 01 dan 02 harus sama-sama bergerak bila menemukan kecurangan. Menurutnya, ulama tidak hanya terlibat dalam urusan agama, tapi juga politik.

"Tentu kami sekarang bahwa sekarang bersyukur bahwa di pilpres dan pileg ini banyak sekali ulama-ulama atau tokoh agama ikut peduli pada perkembangan demokrasi. Itu kita sambut baik. Agama itu kan memang yang disampaikan para ulama itu kan nggak cuma urusan akhirat, tapi juga urusan dunia, termasuk urusan politik," jelas Riza.

Riza meminta usulan tersebut dapat dipertimbangkan oleh Ma'ruf Amin. Dia mengatakan ulama harus menjadi garda terdepan dalam proses demokrasi yang jujur dan adil.

"Memang ulama-ulama ini kan tokoh-tokoh agama ini kan ingin semua proses berbangsa dan bernegara, termasuk berdemokrasi itu kan secara jujur dan adil. Jadi orang-orang, tokoh-tokoh agama ini kan semuanya ingin pemilu berlangsung secara jujur dan adil. Nah kalau sekarang dirasa ada ketidakadilan, ada kecurangan dalam rangka proses pemilu saya kira tidak salah kalau para ulama berbuat dengan cara menyuarakan adanya ketidakadilan," jelasnya.

Sebelumnya, Haikal Hassan mengusulkan para tokoh dan ulama di forum Ijtimak Ulama III sowan ke cawapres Ma'ruf Amin. Alasannya, untuk berbicara terkait dengan kecurangan di Pemilu 2019.

"Saya secara pribadi mengusulkan dengan kaidah-kaidah, dengan keilmuan, dengan segala macam kecurangan yang sudah ada dan bisa dibuktikan, apa iya seorang kiai yang memahami jahatnya sebuah kecurangan, kalau terbukti, apa iya seorang kiai yang memahami segala unsur fikih, syariah, ilmu agama, Alquran, hadis, setelah dibuktikan betul-betul ada kecurangan, masih mau memimpin dengan cara yang curang? Apa iya?" ujar Haikal di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Rabu (1/5).


Haikal yakin Ma'ruf tahu betul ganjaran bagi orang-orang yang berbuat curang. Ia akan mempertanyakan jika Ma'ruf masih berminat menjadi pemimpin apabila kepemimpinannya diraih dengan cara curang.

"Kita tinjau dari sisi hukum agama bahaya, bahaya, gajinya bisa jadi haram, fasilitas bisa jadi haram, karena terjadi kecurangan. Walaupun bukan beliau yang lakukan kecurangan, mungkin fanatik beliau yang tutup mata yang melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif," kata Haikal.


Saksikan juga video '5 Poin Hasil Ijtimak Ulama III':

[Gambas:Video 20detik]


(fdu/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com