DetikNews
Selasa 30 April 2019, 19:34 WIB

Saran Ahok untuk Tangani Banjir Jakarta: Sampah Jangan Sumbat Pompa

Arief Ikhsanudin - detikNews
Saran Ahok untuk Tangani Banjir Jakarta: Sampah Jangan Sumbat Pompa Foto ilustrasi: Ahok saat liburan di Bali (Youtube Panggil Saya BTP)
Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan beberapa saran untuk mengatasi banjir di Jakarta. Bagi Ahok, salah satu kuncinya, jangan membiarkan sampah menutupi pompa air.

Ahok bercerita semasa dia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari 2014 sampai 2017. Dia menyebut pompa air milik DKI Jakarta sudah bagus.

"Nggak tahu ya. Kalau pengalaman saya pasti sebenarnya Jakarta itu pompanya sudah cukup oke, tanggul juga sudah oke, jadi perhatikan saja. Biasa kalau hujan sama kemarau, kalau langsung hujan biasanya memang kayu ranting menutupi saringan," ucap Ahok kepada wartawan di Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (30/4/2019).



Ahok selalu memastikan saringan pompa tidak tertutup sampah. Jika perlu, ada alat berat yang disiagakan 24 jam.

"Kita dulu selalu taruh alat berat. Kalau saringan ketutup, volume air kan nggak bisa turun cepat dan tentu pasukan orange mesti keliling, pasukan biru mesti keliling. Tiap kali hujan Jakarta kan banyak (sampah) kadang-kadang ada buang sampah jangan sumbat, kalau sumbat, volume turunnya telat," kata Ahok.



Ahok juga mengingatkan agar pompa tidak telat dihidupkan saat ada indikasi banjir. Jika telat, air tidak akan tersedot maksimal.

"Saya orang tambang, teori tambang ngidupin pompanya telat, sudah terlalu tinggi bisa nggak keburu. Saya kira mungkin tergenang itu karena ada pompa yang telat, saya nggak tahu," ucap Ahok.


(aik/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed