DetikNews
Selasa 30 April 2019, 18:50 WIB

Ketua Bawaslu Beri Santunan ke Keluarga Panwas yang Meninggal Kawal Pemilu

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Ketua Bawaslu Beri Santunan ke Keluarga Panwas yang Meninggal Kawal Pemilu Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Abhan. (Foto: Zakia Liland Fajriani/detikcom)
Jakarta - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Abhan melayat ke kediaman keluarga pengawas TPS yang meninggal dunia saat mengawal Pemilu. Bawaslu secara simbolik memberikan santunan sebesar Rp 36 juta kepada keluarga Panwas TPS yang diketahui bernama Napis.

"Insyaallah hari Kamis akan berikan, sampaikan secara seremonial berupa santunan bagi yang meninggal dan juga santunan nanti bagi yang saat ini menderita sakit di rumah sakit. Kalau nominalnya, dari ketentuan Menteri Keuangan yang meninggal itu Rp 36 juta, rujukan. Kemudian ada santunan dari kami sebagai tambahan," kata Abhan di rumah duka, Jalan Swadaya RT 07 RW 03, Duren Tiga, Pancoran, Jaksel, Selasa (30/4/2019).



Abhan ke rumah duka didampingi oleh anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar, Ketua Panwaslu Jaksel Muhktar Taufik, Ketua Panwaslu Pancoran Azhar Dini. Bawaslu menyampaikan duka kepada keluarga atas meninggalnya Napis.

Bawaslu juga berencana mengunjungi keluarga Panwaslu lainnya yang juga meninggal dunia. Berdasarkan catatan Bawaslu, Panwas yang meninggal dunia sebanyak 80 orang.

"Kami nanti melihat situasi dan kondisi, ketika barangkali kita akan supervisi di daerah dan kebetulan di situ ada keluarga yang ditinggal yang meninggal nanti akan kami kunjungi. Tapi secara seremonial nanti Kamis sore kami akan melakukan kegiatan untuk penyerahan secara simbolis beberapa yang kita undang, tidak semuanya yang lain mungkin bisa disampaikan melalui Bawaslu provinsi masing-masing," tutur Abhan.

Abhan menuturkan Panwas yang meninggal dunia memiliki tugas di lokasi yang berbeda-beda mulai dari pengawas desa hingga Panwas kecamatan.



Abhan juga menjawab soal usulan penghitungan sementara diberhentikan akibat jatuh banyak korban. Dia mengatakan, batas waktu rekapitulasi suara hingga 22 Mei. Sehingga dia mengingatkan kepada Panwas TPS untuk menjaga kesehatan.

"Jadi, mudah-mudahan waktu tetap berjalan tetapi soal pengawas tetap jalan dan PPK pun tetep jalan. mungkin yang bisa dilakukan oleh jajaran penyelenggaraan adalah untuk mengatur ritme kerja. Kalau toh kemarin sampai larut malam mudah-mudahan ini bisa tidak larut malam. Artinya kalau kondisi tidak memungkinkan secara manusiawi harus itu. Dan juga itu, tim medis ya harus kita siapkan di titik-titik di PPK yang saat ini sedang merekap itu," katanya.
(idn/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed