Presiden Terima Data Intelijen Soal Aksi Teroris Sejak Juli
Sabtu, 01 Okt 2005 23:13 WIB
Jakarta - Aksi terorisme di Indonesia sudah terendus aparat intelijen sejak Juli lalu. Sasarannya Jakarta. Aparat keamanan pun bergerak cepat, namun ternyata sasaran dialihkan ke Bali."Sejak Juli lalu saya mendapatkan informasi intelijen akan adanya aksi bersama elemen teroris di Malaysia dan Philipina dengan sasaran Jakarta," Presiden SBY di Bandara Halim Perdanakusuma usai rapat mendadak dengan sejumlah menteri, Sabtu (1/10/2005) malam.Atas informasi tersebut pemerintah telah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dua negara serta meningkatkan upaya pengamanan fisik di seluruh wilayah ibu kota, demikian juga di Bali terutama di hotel dan tempat umum."Ternyata kali ini dilakukan di tempat terbuka. Setidaknya ini menunjukkan langkah pengamanan telah berlangsung lebih baik," tandas Presiden.Dalam kesempatan itu Presiden menegaskan belum ada indikasi ledakan yang terjadi Bali terkait dengan isu kenaikan BBM. "Mungkin lebih terkait dengan aksi bersama terorisme. Karena di Jakarta sudah diamankan maka mereka mencari sasaran tempat lain," ujarnya.Bela SungkawaDalam kesempatan itu Presiden SBY menyatakan bela sungkawa kepada keluarga korban. "Saya juga mengerti perasaan saudara-saudara kita di Bali, tidak ada kata lain selain kita bekerja lebih keras lagi," ujarnya.
(san/)











































