"Memang konsep pengangagaran biaya di Jawa dengan di luar Jawa itu harus perlu direvisi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).
Dedi menggambarkan proses pengamanan dari tahap sebelum dan sesudah pemungutan suara di Jawa kemungkinan besar rampung dalam sehari. Namun untuk di wilayah luar Jawa, proses pengamanan bisa memakan waktu dua sampai tiga hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di Jawa satu hari selesai, kalau di luar Jawa, dari mulai pengamanan pendistribusian logistik, pengamanan pemungutan suara, penghitungan suara sampai pengamanan surat suara menuju ke PPK itu kan nggak mungkin bisa ditempuh dalam sehari atau dua hari. Bisa lebih dari tiga hari. Itu yang harus diperhitungkan kembali," jelas Dedi.
Terkait kasus di Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut), Dedi menuturkan protes dari anggota bintara muncul saat honor pengamanan mereka hanya dihitung satu hari, 17 April 2019. Padahal mereka bekerja sudah sejak 14 April 2019.
"Itu haknya anggota itu diterima satu hari itu Rp 171 ribu, satu hari pengamanan TPS. Padahal anggota itu kan mulai bekerja kan dari tanggal 14, anggaran yang ada cuma satu hari. Itu yang nanti harus diperbaiki," terang Dedi.
Terkait masalah ini Kapolda Maluku Utara Brigjen Suroto mengatakan pihaknya akan memenuhi hak-hak para anggota yang telah merampungkan tugas pengamanan Pemilu 2019. Suroto telah mengutus pejabat Polda Maluku seperi Wakapolda, Karo Ops, Kabid Propam untuk menyelesaikan masalah ini.
"Kami akan penuhi hak-hak mereka. Kami akan cari anggarannya," tutur Suroto kepada detikcom, Senin (29/4).
Protes anggota polisi diketahui setelah beredar video polisi beramai-ramai meneriaki seorang perwira polisi di halaman markas polisi. Polisi itu disebut protes terkait honor pengamanan Pemilu 2019.
Dilihat detikcom pada Senin (29/4), video itu berdurasi 37 detik. Tampak seorang personel membela temannya yang sedang protes.
"Komandan mau ancam mutasi, mutasi kemana komandan?" teriak personel berpangkat bintara itu kepada perwira yang sedang berdiri di podium sambil berusaha menenangkan anggotanya.
Dari informasi yang diterima detikcom, peristiwa itu terjadi di Mapolres Halmahera Selatan, pagi tadi. Kapolres Halmahera Selatan diprotes anggotanya yang merasa honor pengamanan Pemilu 2019 mereka dipotong.
"Miskomunikasi saja," ucap Suroto.
Simak Juga 'Polri Angkat Bicara Soal Video Polisi Protes Honor Pengamanan Pemilu':
(aud/fdn)











































