DetikNews
Selasa 30 April 2019, 01:01 WIB

KLHK Bongkar Jaringan Perdagangan Online Gading Gajah

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
KLHK Bongkar Jaringan Perdagangan Online Gading Gajah Foto: dok. KLHK
Jakarta - Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum KLHK) membongkar perdagangan online ratusan barang yang terbuat dari gading gajah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Barang-barang itu antara lain pipa rokok, cincin, gelang, dan kalung.

Operasi pembongkaran berawal dari hasil pantauan Tim Siber Patrol Ditjen Gakkum KLHK yang menemukan tiga akun Facebook yang memperdagangkan barang-barang berbahan gading gajah, yaitu 'chanif mangku bumi', 'onny pati', dan 'wong brahma'. Ketiga akun itu disebut sangat aktif memperdagangkannya hingga ke seluruh Indonesia.

Gading gajah ilegalGading gajah ilegal (Foto: dok. KLHK)


"Setelah melacak dan memantau secara intensif, tim berhasil mengamankan tiga pemilik akun Facebook itu, yaitu OF (38), CK (44), dan MHF (31), dari tiga lokasi berbeda di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah," Direktur PPH Ditjen Gakkum KLHK Sustyo Iriyono dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/4/2019).


Dari penangkapan itu didapati barang bukti berupa sebuah gading gajah utuh berukuran 30 cm, 18 buah gading gajah potongan berukuran 20-30 cm, ratusan pipa rokok, gelang, cincin, dan kalung dari gading gajah, 22 buah gelang dari akar bahar, tujuh buah opsetan tanduk rusa, 17 buah kuku beruang madu, serta beberapa set peralatan perajin.

"Tiga pelaku akan dikenai hukum pidana berdasarkan Undang-­Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Pasal 40 Ayat 2 juncto Pasal 21 Ayat 2d, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," jelasnya.


Sustyo menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan upaya pemantauan aktivitas perdagangan online satwa dilindungi. Sementara itu, Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan kejahatan pemanfaatan gading gajah sangat signifikan berhubungan dengan tingkat kematian gajah, karena adanya perburuan dan ancaman kepunahan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

"Ditjen Gakkum akan mengembangkan penyidikan jaringan perdagangan ilegal gading gajah ini, apakah berasal dari dalam negeri atau luar negeri, bekerja sama dengan Interpol," pungkasnya.
(azr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed