Melihat Lokasi Eks Sari Club TKP Bom Bali yang akan Dibuat Restoran 5 Lantai

ADVERTISEMENT

Melihat Lokasi Eks Sari Club TKP Bom Bali yang akan Dibuat Restoran 5 Lantai

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 29 Apr 2019 16:53 WIB
Foto: Lahan eks Sari Club. (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Badung - Lokasi eks Sari Club di Legian, Kuta, Bali bakal dibangun menjadi restoran lima lantai. Peletakan batu pertama saksi bisu tragedi bom Bali 2002 itu bakal dimulai 1 Mei mendatang. Seperti apa penampakannya?

"Saya rasa pembangunan lanjut terus. Peletakan batu pertama tanggal 1 (Mei) kalau secara adat untuk memulai 9 Mei," kata pemilik lahan, Lila Tania saat jumpa pers di kawasan Legian, Kuta, Badung, Bali, Senin (29/42019).


Pantauan detikcom di Jl Legian, Kuta, Badung, lahan seluas 15 are (700 m2) itu kini menjadi lokasi parkir liar. Ada beberapa mobil dan motor yang terparkir di lahan kosong tersebut.

Di bagian luar masih ada beberapa foto korban tragedi Bom Bali 2002 yang mulai luntur ditempel di pagar. Ada juga papan berisi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan nama proyek Pembangunan Restoran dan Monumen dengan pemilik badan usaha tertulis PT Hotel Cinjur Asri.

Di sisi kiri terlihat satu bangunan warung yang mulai dibongkar. Atap bangunan warung yang terbuat dari seng itu sudah mulai dicabut satu persatu.

Sementara di bagian luar, masih menempel dengan lahan itu ada bangunan warung dari bambu-bambu 'Istanbul Kebab'. Warung tersebut tutup dan terlihat beberapa pria sedang duduk-duduk dan salah satunya tertidur di salah satu bangku.

Pemilik warung nasi campur yang mulai membongkar warungnya, Lita (24) mengatakan sudah berjualan di lokasi itu sejak 7 tahun lalu. Setiap bulan, mertua Lita membayar uang ke Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kuta.

"7 Tahun sewa warung di sini, bayar Rp 1,5 juta ke LPM. Untuk harga di Legian termasuk murah, jualan di sini juga karena disaranin sama orang LPM," kata wanita asal Rogojampi, Banyuwangi itu.

Lahan eks Sari Club.Lahan eks Sari Club. Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Lita mengatakan pihaknya sudah diberitahu tentang rencana pembangunan proyek restoran di lahan eks Sari Club itu sejak seminggu lalu. Dia mengatakan pekan depan bangunan warungnya itu harus sudah bersih.

"Dari Minggu (21/4) kemarin sudah dikasih tahu kalau mau dibangun, tanggal 5 (Mei) suruh harus bersih. Dikasih waktu 2 minggu untuk bersih-bersih," ujar ibu dua anak itu.

Dia mengaku berat untuk membongkar warungnya itu. Apalagi, dia dan mertuanya juga sudah cukup lama mencari rezeki di lokasi eks TKP Bom Bali 2002 itu.

"Ya gimana lagi, namanya punya orang. Habis ini mau pulang kampung dulu, toh juga deket Lebaran. Nanti habis lebaran mungkin cari lokasi lain lagi," ucapnya.


Selain Lita, ada juga Made Sutapa, sopir travel yang mangkal di lokasi tersebut. Made mengaku sudah lama mangkal di eks Sari Club untuk mencari tamu.

"Sudah lama di sini cari tamu, dua tahun (2014) baru pulih sedikit-sedikit, dulu tamunya juga nggak ada. Saya titip mobil di sini, kalau jadi dibangun ya kabur pulang kampung," tuturnya.

Rencananya lahan bekas Sari Club itu bakal dibangun menjadi restoran lima lantai. Pembangunan restoran itu rencananya juga bakal dilengkapi dengan museum untuk mengenang para korban tragedi Bom Bali 2002. (ams/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT