DetikNews
Minggu 28 April 2019, 08:35 WIB

Lewat Wayang Kulit di HUT ke-52, Bulog Dukung Pelestarian Budaya

Akfa Nasrulhak - detikNews
Lewat Wayang Kulit di HUT ke-52, Bulog Dukung Pelestarian Budaya Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom
Jakarta - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menggelar berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 yang jatuh pada 10 Mei 2019.

Berbagai kegiatan dimeriahkan dengan ragam hiburan, bazzar, hingga pagelaran budaya wayang. Tak hanya para pegawai Bulog yang merayakan kegiatan ini, namun juga Bulog mengajak masyarakat sekitar.

Hingga tengah malam, masyarakat semakin menyemuti area halaman Kantor Bulog Drive DKI, Kelapa Gading, Jakarta Timur. Hal itu karena gelaran wayang kulit ini dinilai sudah jarang dilakukan, apalagi di kota metropolitan.


Dalam kesempatan itu, masyarakat juga sempat berdialog di tengah aksi dalang bermain wayang. Bersama Bulog, warga dapat menyampaikan aspirasi hingga harapannya untuk Bulog lebih maju ke depan.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, ada banyak harapan dalam gelaran HUT Bulog kali ini. Hal itu karena menurutnya, Bulog menjadi bagian dari pengendali pangan di Tanah Air.

"Tentunya banyak harapan negara bangsa ini, rakyat ini terhadap Bulog. Karena Bulog ini memegang kendali sebenarnya, pangsa pangan. Manusia ini tidak ada yang tidak butuh pangan. Maka Bulog ke depan harus maju dan berkembang pesat sesuai harapan masyarakat," ujar Buwas, di sela-sela acara puncak perayaan HUT Bulog ke-52 di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

Untuk mencapai tujuan tersebut, Buwas pun meminta seluruh karyawan untuk bersatu dan bersinergi, termasuk para jajaran senior Bulog agar dapat mengamati apa yang harus terus dilakukan atau dievaluasi ke depannya.

"Nah bagi sekarang yang menjalankan, agar sebaik mungkin, karena ini adalah amanah. Amanah luar biasa yang diberikan bangsa ini kepada kita insan Bulog secara keseluruhan ini," tegasnya.

Buwas menambahkan, selain perayaan ulang tahun, diadakannya pagelaran wayang dalam rangkaian memiliki folosofi yang dapat disampaikan kepada penonton.

"Dan sekaligus, kalau orang jawa bilang, ini adalah ruwatan. Kita diruwat, supaya hal-hal yang menghambat Bulog untuk berkerja dengan baik, yang menghalangi itu, sirna. Jadi ini bukan sekadar tontonan, tapi ini ada makna yang besar dalam kegiatan pagelaran wayang ini," harapnya.


"Maka saya berharap seluruh karyawan, mari kita ikuti pagelaran wayang ini. Ini adalah budaya asli Indonesia, kebetulan dari Jawa Tengah. Tapi ini sebenarnya kekayaan Indonesia secara keseluruhan. Indonesia itu hebat, Indonesia itu indah. Indonesia itu diberkahi dengan beragam bahasa budaya bahkan agama. Tapi ingat perbedaan ini bukan untuk diperselisihkan, tapi untuk keragaman untuk keindahan," imbuhnya.

Ke depan, Buwas berharap Bulog harus terus semakan baik. Karena menurutnya, yang memulai sudah lebih bagus, baik sarana maupun prasarana.

"Jadi kaum milenial ini sudah lebih baik dari zamannya saya, waktu zaman saya termasuk kelompok yang masih gaptek. Dalam ultah ke-52 ini saya berharsp next bulog dipimpin oleh orang profrsional, hebat, paham, berintegritas dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan oleh Allah SWT," pungkasnya.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed