DetikNews
Sabtu 27 April 2019, 13:07 WIB

LBH Apik Surati KY, Minta Kasus 2 Anak Bogor Diperkosa Jadi Prioritas

Jabbar Ramdhani - detikNews
LBH Apik Surati KY, Minta Kasus 2 Anak Bogor Diperkosa Jadi Prioritas Ilustrasi pemerkosaan (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta - LBH Apik menyurati Komisi Yudisial (KY) terkait pelaku pemerkosaan dua anak di Bogor yang divonis bebas oleh hakim. LBH Apik mengaku mendapat respons positif dari KY.

"Hari Jumat (26/4) kami laporkan kasusnya ke KY, diterima komisioner KY. Katanya komisioner KY akan langsung merespons kasusnya dan langsung berkoordinasi dengan Mahkamah Agung (MA) agar kasus ini juga jadi prioritas mengingat pelakunya bebas," kata kuasa hukum korban dari LBH Apik, Uli Pangaribuan, saat dihubungi, Sabtu (27/4/2019).

"Karena mengingat pelakunya bebas, kasasi itu kan lama ya, bisa berbulan-bulan. Sehingga harus jadi prioritas," tambahnya.
Uli dalam kesempatan sebelumnya menceritakan setidaknya ada tujuh kejanggalan dalam persidangan. LBH Apik menyoroti soal cuma ada satu hakim yang memeriksa namun dalam putusan disebutkan hakim berjumlah tiga orang.

Selain itu, LBH Apik juga melihat kejanggalan saat hakim memerintahkan dua korban tak boleh didampingi pendamping dan orang tua selama proses pemeriksaan. Bahkan juga hasil visum korban yang diabaikan majelis PN Cibinong. Uli berharap korban mendapatkan keadilan.

"(Harapannya) Segera mendapatkan keadilan. Pelakunya diancam maksimal, hakim juga disanksi yang tegas agar tak ada lagi kasus Joni dan Jeni yang pelakunya divonis bebas oleh hakim. Hak-hak korban harus dipenuhi. hak pendampingan, hak untuk pemulihan juga harus dapat, dalam hal ini oleh LPSK," kata Uli.
Dia mengatakan kedua korban akan pindah dari sekolah dalam waktu dekat karena di-bully teman di sekolah. Saat ini keluarga korban juga sudah pindah rumah karena tidak nyaman mengingat pelaku yang divonis bebas merupakan tetangga mereka.

"Kayanya memang akan pindah sekolah. Hari ini pasca kejadian itu belum pindah sekolah karena masih nanggung. Kan harus ujian dulu. Jadi mereka masih menunggu. Kalau rumah sih sudah pindah. Kan nggak nyaman juga," ujarnya.

"LPSK sudah turun langsung kok. LPSK juga langsung membantu untk mendampingi dalam proses pemulihannya. LPSK juga kita didorong untuk mendampingi terkait kondisi pelaku dibebaskan yang buat korban tidak nyaman, Jadi harus segera didampingi," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga sudah menyurati Mahkamah Agung (MA) untuk meninjau vonis hakim Pengadilan Negeri Cibinong yang memvonis bebas pelaku pemerkosaan dua anak tetangganya yang berusia 14 tahun dan 7 tahun. KPAI meminta MA untuk mengabulkan permohonan kasasi jaksa penuntut umum.

"Maka KPAI menulis surat kemarin ke MA, yang intinya, pertama meninjau kembali vonis bebas terhadap terdakwa kemarin. Kedua, kita minta MA meninjau ulang atau melihat permohonan kasasi dari kejaksaan, jadi kejaksaan sudah form permohonan untuk kasasi ke MA," ujar Komisioner KPAI, Putu Elvina saat dihubungi detikcom, Jumat (26/4).

PN Cibinong membebaskan HI (41) dari tuntutan 14 tahun penjara. Di mana jaksa menuntut HI selama 14 tahun penjara karena memperkosa dua anak tetangganya yang berusia 14 tahun dan 7 tahun. Namun tuntutan 14 tahun penjara itu diabaikan majelis hakim yang terdiri dari Muhammad Ali Askandar, Chandra Gautama serta Raden Ayu Rizkiyati.
(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed