DetikNews
Kamis 25 April 2019, 15:15 WIB

Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dilarang Tayang di Bioskop Depok

Matius Alfons - detikNews
Film Kucumbu Tubuh Indahku Dilarang Tayang di Bioskop Depok Foto: Dok. Instagram
Depok - Wali Kota Mohammad Idris melarang bioskop-bioskop di Depok menayangkan film 'Kucumbu Tubuh Indahku'. Film tersebut dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Depok Sidik Mulyono membenarkan adanya penolakan film tersebut. Sidik mengatakan, larangan itu disertai dengan telah disuratinya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

"Iya surat edaran itu terkait keberatan (dikirim) ke KPI, hari ini dikirim oleh bagian hukum," kata Sidik saat dihubungi detikcom, Kamis (25/4/2019).

Ada beberapa alasan mengapa Pemkot Depok menolak penayangan film yang disutradarai oleh Garin Nugroho itu. Selain bersurat ke KPI, Pemkot Depok juga akan menyurati bioskop-bioskop di Depok untuk mematuhi aturan tersebut.

"Nanti ada surat khusus lagi nanti ke bioskop-bioskop itu," imbuhnya.

Surat bernomor 460/185-Huk/DPAPMK tanggal 24 April 2019 itu dilayangkan ke KPI. Dalam surat yang ditandatangani oleh Idris itu tertulis bahwa Pemkot Depok mengajukan keberatan penayangan film 'Kucumbu Tubuh Indahku' sebab mengandung adegan perilaku penyimpangan seksual.



Surat Keberatan Pemkot Depok Atas Tayangan FIlm 'Kucumbu Tubuh Indahku'.Surat Keberatan Pemkot Depok Atas Tayangan FIlm 'Kucumbu Tubuh Indahku'. Foto: dok.istimewa


Berikut isi lengkap surat keberatan Pemkot Depok atas penayangan film tersebut:


Kepada:

Yth. Komisi Penyiaran Indonesia
di
Jakarta

Dalam rangka menjaga dan memelihara masyarakat dari dampak yang ditimbulkan oleh perilaku penyimpangan seksual di Kota Depok serta untuk penguatan ketahanan keluarga terhadap perilaku penyimpangan seksual beserta dampaknya. Untuk Itu Pemerintah Kota Depok keberatan terhadap penayangan film 'KUCUMBU TUBUH INDAHKU' khususnya di wilayah Pemerintahan Daerah Kota Depok serta kiranya dapat menghentikan penayangan film tersebut, karena penayangan film tersebut:

1. berdampak pada keresahan di masyarakat karena adegan penyimpangan seksual yang ditayangkan di film tersebut dapat mempengaruhi cara pandang/perilaku masyarakat terutama generasi muda untuk mengikuti bahkan membenarkan perilaku penyimpangan seksual.

2. bertentangan dengan nilai-nilai agama

3. dapat menggiring opini masyarakat terutama generasi muda sehingga menganggap perilaku penyimpangan seksual merupakan perbuatan yang biasa dan dapat diterima.

Demikian keberatan ini disampaikan untuk dapat menjadi perhatian, terima kasih.


Wali Kota Depok

KH Mohammad Idris




(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed