detikNews
Kamis 25 April 2019, 08:34 WIB

BPN: Pada Momen yang Tepat Jokowi-Prabowo Akan Bertemu

Yulida Medistiara - detikNews
BPN: Pada Momen yang Tepat Jokowi-Prabowo Akan Bertemu Foto: Amir Baihaqi
Jakarta - BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan pada saat yang tepat akan ada waktunya Capres 01 Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Capres 02 Prabowo Subianto. Namun saat ini Prabowo masih berfokus mengawal dugaan kecurangan pada proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019.

"Nanti pada momentum yang tepat kedua pemimpin tesebut Prabowo dan Jokowi memang akan dan harus bertemu, tapi tidak harus grusa grusu tidak harus didorong-dorong, dipaksa-paksa pada hari-hari ini. Pak prabowo sendiri hari-hari ini konsentrasi untuk memastikan dan menghimpun dan mengawal C1 termasuk menghimpun mengitervarisir dan menelusuri temuan temuan kecurangan bersifat masif dan terstrukur," kata Waketum BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, saat dihubungi, Kamis (25/4/2019).

Priyo mengaku setuju dengan ide Cawapres Sandiaga Uno yang menyatakan lebih baik Jokowi dan Prabowo bertemu langsung tanpa perantara. Priyo mengatakan saat ini Prabowo tidak perlu didorong-dorong untuk bertemu Jokowi dalam waktu dekat. Prabowo disebut sedang fokus mengawal dugaan kecurangan pada proses rekapitulasi suara.


"Ini sinyal bahwa pertemuan kami 5 Sekjen dengan Pak Prabowo menyampaikan di depan kami kalau Pak Jokowi itu adalah sahabat yang baik, tapi kali ini beliau ingin konsentrasi sebagai pemimpin yang konsentrasi dan menjaga moral perjuangan dari seluruh pendukung-pendukung inti dan pendukung setanah air yang bekerja keras, untuk mengawal C1 dan perhitungan suara," sambungnya.

Menurutnya Prabowo dan Jokowi akan bertemu setelah ada hasil resmi dari KPU. Selain itu, Priyo juga menyoroti perhelatan Pemilu serentak 2019, menurutnya pemilu kali ini banyak catatan kecurangan yang masif.

"Kesaksian saya sebagai yang ikut 5 kali di pemilu ini adalah pemilu yang paling menguras energi, paling bahaya, dan paling terbelah dan paling besar gesekan sosialnya, dan paling masif kecurangan-kecurangannya, belum pernah saya temuin sekarang ini. Sebaiknya nggak usah lagi pemilu serentak, ternyata ini pintu masuk kecurangan yang luar biasa, pelibatan aparat luar biasa," ungkapnya.


Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso menyinggung soal utusan dalam acara syukuran klaim kemenangan di TMII, Jakarta Timur. Dia mengatakan Prabowo menolak semua utusan-utusan.

Awalnya, Djoko menyinggung soal kemerdekaan Indonesia karena tidak adanya kompromi yang dilakukan pemimpin RI. Kemudian dia baru bicara soal Prabowo yang menolak utusan.

"Kenapa Indonesia merdeka? Karena dalam perjuangannya tak ada kompromi. Syukur alhamdulillah Pak Prabowo menolak semua utusan-utusan itu. Jadi itu yang ditempuh pemimpin kita. Prabowo setia pada kita semua dan kita harus setia pada Prabowo-Sandi," kata Djoko di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4).


Sementara itu, Cawapres Sandiaga Uno menyatakan akan sangat baik jika Jokowi dan Prabowo bertemu secara langsung. Dia tak setuju dengan ide perantara-perantara.

"Sudah ada (yang menghubungi), tapi saya bilang tidak ada gunanya melalui utusan, langsung saja bertemu. Nanti kita diinterpretasikan lain-lain kalau bertemu utusan," ujar Sandiaga di GOR Radio Dalam, Jl Pasar Inpres, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (24/4).


Saksikan juga video 'Sandi: Saya Sudah Minta Ketemu, Tapi Ma'ruf Tak Punya Waktu':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed